KH. Misbahul Anam; Dimanapun Syiah Kalau Sudah Kuat Kita Dibantai, Mereka Belum Kuat Aja Sudah Berani Menyerang

Ketua DPP Front Pembela Islam (FPI), KH. Misbahul Anam
Ketua DPP Front Pembela Islam (FPI), KH. Misbahul Anam

Bogor (An-najah.net) – Keberadaan Syiah dimanapun dan kapanpun harus senantiasa diwaspadai. Syiah akan menjadi sebuah ancaman terjadinya konflik apalagi ketika Syiah sudah mempunyai kekuatan akan melakukan pembantaian. Ketua DPP Front Pembela Islam (FPI), KH. Misbahul Anam meminta kasus penyerangan perkampungan Majelis Az-Zikra untuk dikawal sampai tuntas.

“Kita minta kasus ini dikawal, jangan sampai ada pelaku yang dibebaskan,” katanya di hadapan para ulama dan tokoh ormas Islam saat silaturahim di Masjid Az-Zikra, Sentul, Bogor, Kamis (12/02).

Menurutnya, masalah penyerangan kaum Syiah terhadap Ahlus Sunnah seringkali tidak direspon dengan baik oleh aparat hukum.

“Sewaktu kejadian penyerangan di Mutiara Sentul, laporan panitia tidak direspon oleh Polisi, kita tidak mau itu terulang,” ungkapnya.

Bahkan, pada peristiwa penyerangan kelompok Syiah Sampang terhadap masyarakat Ahlus Sunnah terjadi pembiasan isu oleh berbagai pihak.

“Pada kasus Sampang sudah jelas masalah Syiah dan Sunni, tapi dialihkan menjadi isu tentang warisan dan urusan keluarga, untuk itu kami minta kasus ini dikawal,” ucap Kiyai Misbah.

Kata Kiyai Misbah, FPI siap menghadang Syiah yang berani mengganggu Ahlu Sunnah seperti yang terjadi di Sampang.

“Di Sampang itu kan riil masalah Syiah sudah menghina Sahabat, kita tidak mau dialihkan lagi isunya. Kita siap menumpahkan darah untuk melawan Syiah,” lontarnya.

Kiyai Misbah meminta semua pihak untuk tetap waspada dengan perkembangan Syiah. Karena, Syiah dimanapun berada selalu membuat makar. Seperti yang saat ini terjadi di Yaman.

“Untuk menjadi catatan, dimanapun Syiah kalau sudah kuat kita dibantai, mereka belum kuat aja sudah berani menyerang,” bebernya.

Seperti diketahui, sekira 38 orang sebelumnya kami tulis 40 orang, melakukan penyerangan terhadap perkampungan majelis Az-Zikra pada Rabu Malam (11/2) pukul 23.00 wib. Para penyerang menganiaya pengurus Az-Zikra, Faisal Salim dengan alasan majelis Az-Zikra mempublikasi penolakan atas ajaran sesat Syiah dalam sebuah spanduk.(Anwar/kiblat/annajah)