Khawarij, Pembunuh Karakter Ulama

pembuhun
pembuhun

An-Najah.net – Orang-orang khawarij menanamkan kebencian dan permusuhan lewat pembunuhan karakter. Imam Asy-Syatibi menjelaskan panjang lebar masalah ini, “Mayoritas ahlu bidah dan sesat, mencela para salaf shalih.

Baca juga: Ghuluw, Sumber Kesesatan Khawarij

Sumber Kesesatan

Dan sumber kesesatan ini bermula dari sekte khawarij, yang bersifat mengkafirkan dan membunuh karakter para sahabat Rasulullah Saw. Hal ini akan melahirkan kebencian dan permusuhan.”

Orang-orang khawarij menanamkan kebencian dan permusuhan lewat pembunuhan karakter.  Siapapun akan mereka serang, baik orang-orang awam, ulama maupun tokoh Islam.

Ini bisa dilihat pada kisah Dzhul Huwaisirah yang menuduh Rasulullah Saw tidak adil dalam membagi ghanimah. Rasulullah Saw memberikan jatah ghanimah kepada muslimin Makkah yang baru masuk Islam pada peristiwa Fathu Makkah dengan alokasi yang besar.

Padahal kebijakan Rasulullah Saw tersebut atas petunjuk Allah Ta’ala, demi meraih empati kaum yang baru masuk Islam, agar semakin cinta dan loyal kepada agamanya. Namun, Dzul Huwaisirah membunuh karakter Rasulullah Saw dengan tuduhan yang tidak-tidak.

Khawarij setelah itu pun demikian, mereka membunuh karakter Ali bin Abi Thalib r.a dengan tuduhan bahwa ia mengkhianati umat Islam, menjadi pemimpin orang-orang kafir dan telah murtad karena menerima hukum dari selain Al-Qur’an.

Bukan hanya itu, untuk menjauhkan umat dari ulama rabbani, para tokoh khawarij membunuh karakter Abdullah bin Abbas r.a. Seperti, ia berada di pihak pengkhianat (Ali bin Abi Thalib) dan berbagai macam tuduhan, agar pengikut mereka tidak lagi mendengarkan nasehat ulama rabbani ini.

Khawarij Kekinian

Demikian juga khawarij kontemporer, seperti di Suriah-Irak di tahun lalu, mereka membunuh karakter ulama-ulama jihadis dan rabbani. Seperti menyebut syaikh Dr. Aiman adz-Dzawahiri, sebagai orang yang mengubah manhaj Al-Qaeda, menuduh Syaikh Dr. Al-Mohaisini sebagai antek Alu Salul (Saudi). Menuduh Syaikh Dr. Hani As-Siba’i, Syaikh Dr. Tharik Abdul Halim dan ulama-ulama lainnya yang berseberangan dengan mereka sebagai murji’ah, antek thaghut, antek Iran dan lain sebagainya.

Dan jika kita melihat pada hari ini, banyak sekali paham-paham khawarij yang tidak jauh beda dengan kasus-kasus sebelumnya. Banyak ulama-ulama kita yang mereka hina, caci bahkan mereka fitnah dengan isu-isu kebohongan belaka.

Baca juga: Mu’tazilah Kekinian Yang Bersifat Dajjal

Pada akhirnya, orang-orang awam yang minim ilmu agama, pengalaman dan bashiroh terhasut. Mereka memusuhi ulama-ulama dan para tokoh jihad yang membela kaum muslimin. Padahal pengorbanan mereka, yang mengakibatkan baju berdebu dan rambut beruban di medan dakwah dan jihad.

Mereka orang awam, tidak lagi menerima nasehat para ulama. Akhirnya, nafsu mempermainkan mereka. Intelijen musuh pun mudah mengendalikan mereka. Dan mereka menjadi amunisi yang tepat untuk menghancurkan perjuangan, terlebih jihad fi sabilillah. Wallahu Ta’ala ‘Alam

Sumber            : Majalah An-Najah, edisi 125, hal. 16

Penulis             : Akrom Syahid

Editor              : Ibnu Alatas