Khutbah Jum’at : Fitnah Yang Masuk Ke Setiap Rumah

Ilustrasi Fitnah TV
Ilustrasi Fitnah TV

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

قال تعالى: يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

وقال رسول الله:

اتَّقِ اللهِ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ

أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ: اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَيَرَاهُ

ثُمَّ أَمَّا بَعْدُ

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah ta’ala

Semenjak nabi Adam hingga hari ini, belum ada suatu fitnah yang disifatkan Rasulullah _SAW_ akan masuk ke setiap rumah, tanpa menyisakan satu pun. Tidak lain dan tidak bukan fitnah tersebut adalah Televisi, nyanyian-nyanyian, video, musik dan internet.

Fitnah tersebut telah masuk ke dalam rumah dan tidak ada satu rumah, kecuali memiliki perangkat elektronik berupa televisi.

Rasulullah _SAW_ telah bersabda, dari Auf bin Malik _RA_;

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ مِنْ أَدَمٍ فَقَالَ اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ: مَوْتِي ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِينَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا ثُمَّ فِتْنَةٌ لَا يَبْقَى بَيْتٌ مِنْ الْعَرَبِ إِلَّا دَخَلَتْهُ ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الْأَصْفَرِ فَيَغْدِرُونَ فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَةً تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا

‘Auf bin Malik berkata; “Aku menemui Nabi _SAW_ ketika terjadi perang Tabuk saat beliau sedang berada di tenda yang terbuat dari kulit yang disamak. Beliau bersabda, “Hitunglah enam perkara yang akan timbul menjelang hari kiamat: (1) Kematianku, (2) penaklukan Baitul Maqdis, (3) kematian yang menyerang kalian bagaikan penyakit yang menyerang kambing sehingga mati seketika, (4) melimpahnya harta hingga ada seseorang yang diberi seratus dinar namun masih marah (merasa kurang), (5) timbulnya fitnah sehingga tidak ada satupun rumah orang Arab melainkan akan dimasukinya (6) perjanjian antara kalian dengan bangsa Bani Al-Ashfar (Eropa) lalu mereka mengkhianati perjanjian kemudian mereka mengepung kalian di bawah delapan puluh bendera (panji-panji) perang yang pada setiap bendera terdiri dari dua belas ribu personil”.(HR Bukhari – Shahih)

Kita tahu persis bahwa hampir setiap rumah dewasa ini memiliki TV. Tidak jarang, alat hiburan tersebut dibiarkan menyala hampir 24 jam sepanjang waktu, siang dan malam. Parahnya, kebanyakan keluarga tidak menerapkan peraturan terkait aktifitas menonton TV. Siapa saja anggota keluarga, usia berapapun, diperkenankan menonton dan mengganti channel TV sesuka hati.

Baca Juga : Fitnah Akhir Zaman, Merebaknya Kebohongan

Maasyiral muslimin rahimakumullah

Kita tidak bisa pungkiri bahwa kadang kala, walau sangat jarang sekali, ada tayangan informasi bermanfaat yang bisa diperoleh melalui TV. Namun, program dan muatan acara TV lebih banyak mengandung unsur kemaksiatan, kekufuran, khurafat, pamer aurat wanita, gaya hidup glamour, bahkan kesyirikan. Semua ini bisa membuat kejernihan hati pemirsa semakin lama semakin tercemar. Bahkan tidak jarang dapat menggerus atau menghilangkan iman-tauhid seorang muslim. Wa na’udzubillahi min dzalik!

Melalui berbagai tayangan di TV, seseorang sangat berisiko terjangkiti faham materialisme (cinta materi dan cinta dunia) yaitu dengan seringnya ia menonton berbagai sinetron yang memamerkan gaya hidup mewah dan glamour. Seseorang berisiko terjangkiti virus konsumerisme (keranjingan berbelanja) misalnya dengan sering menonton dan mudah termakan oleh berbagai iklan. Padahal Islam mengajarkan untuk hidup sederhana dan tidak boros dalam menggunakan harta. Allah ta’ala berfirman;

يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Wahai anak cucu adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tiddak menyukai orng-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A’raf[7]:31)

Ayat tersebut memerintahkan kepada kita untuk memanfaatkan rizki yang telah Allah berikan kepada kita, salah satunya dengan makan dan minum serta semua yang telah Allah halalkan untuk manusia tanpa berlebihan. Tetapi dengan kebiasaan seseorang menonton gaya hidup glamor di TV, akan mengubah gaya hidupnya sehingga jauh dari tuntunan Islam.

Baca Juga : Doa Perlindungan dari Fitnah Akhir Zaman

Sidang shalat Jumat yang dirahmati Allah ta’ala

Seorang remaja atau pemuda bisa rusak moralnya, suka berfantasi jorok dan berpikiran kotor jika terlalu sering menonton aurat wanita di TV. Padahal Islam memerintahkan ummatnya untuk menahan pandangan dari hal hal yang dilarang agama. Allah ta’ala berfirman;

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nuur: 30)

Allah juga memerintahkan para wanita muslimah untuk menundukkan pandangan mereka, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an;

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An-Nuur: 31)

Seseorang juga berisiko turut menyebarkan budaya ghibah karena sering menonton acara reality show atau gosip selebritis. Tak sedikit adu domba dilakukan dalam berbagai show sehingga menjadikan pertengkaran antara satu dengan yang lainnya. Padahal Rasulullah _SAW_ telah bersabda yang artinya;

Dari Anas RA, bahwasanya Nabi _SAW_ bersabda: “Janganlah engkau semua saling benci-membenci, saling dengki-mendengki, saling belakang-membelakangi dan saling putus-memutuskan – ikatan persahabatan atau kekeluargaan – dan jadilah engkau semua hai namba- hamba Allah sebagai saudara-saudara. Tidaklah halal bagi seseorang Muslim kalau ia meninggalkan – yakni tidak menyapa – saudaranya lebih dari tiga hari.” (Muttafaq ‘alaih)

Baca Juga : Berbagai Fitnah Di Akhir Zaman

Jamaah shalat Jumat yang berbahagia

Dan yang paling parah adalah mengajarkan sihir, termasuk berbagai bentuk trik sulap kepada anak-anak. Sihir adalah dosa besar yang dapat mengeluarkan seseorang dari keimanan. Sehingga, sudah selayaknya dunia sihir dijauhi oleh orang beriman. Ketika anak-anak kita disuguhi tontonan sihir, mereka akan menganggapnya wajar, bahkan ikut mempromosikannya. Jika sudah demikian, apakah kita akan heran ketika mereka tumbuh menjadi anak menyimpang, pembangkang terhadap Allah, gemar menggunakan kekuatan-kekuatan curang untuk mencapai tujuan dan tidak ragu-ragu mencelakakan orang lain? Ternyata dunia hiburan anak sarat dengan promosi sihir baik pada film-film untuk balita sampai remaja dan dewasa.

Seolah ada perintah serentak untuk mempromosikan aktifitas sihir secara besar-besaran. Jika kita ke pasar-pasar, kita bisa menemukan mainan anak-anak berupa tongkat sihir, topi penyihir dan alat-alat sulap lainnya. Meskipun hanya mainan, namun ini bisa menjadi proses pembiasaan terhadap dunia sihir yang akan menjadi jalan yang sempurna untuk mempersiapkan kedatangan Dajjal si tukang sihir.

Dari sisi pelenaan, TV telah membuat orang lalai dari berbagai kegiatan yang lebih bermanfaat. Banyak orang rela menghabiskan waktu duduk berjam-jam di dapan layar kaca. Menyaksikan suatu tayangan acara untuk kemudian berpindah ke tayangan acara berikutnya. Asyik menikmati suatu chanel tertentu untuk kemudian berpindah ke chanel lainnya. Begitu terus sepanjang hari. Jelas hal ini menunjukkan betapa sia-sianya ia mengisi waktu di dalam hidupnya.

Hari inipun banyak kita dapati stasiun stasiun TV yang melakukan propaganda, mempelintir berita dan atau menyebarkan isu-isu dan fitnah terhadap para pejuang Islam. Ketika ada kasus terhadap para tokoh ummat Islam, beritanya dibesar-besarkan tapi ketika yang melakukan orang orang kafir, berusaha untuk ditutup-tutupi. Siaran TV sering memuat keburukan-keburukan ormas Islam, sementara orang orang liberal dan pencela Islam kadang lepas dari sorotan TV.

Alhasil tak jarang kita sekarang melihat, orang Islam yang benci terhadap ulama, orang Islam yang anti terhadap Islam, orang Islam yang menuduh saudara-saudaranya sebagai teroris, pembuat onar dan lain-lain. Sebaliknya, orang kafir pun dijadikan idola dan panutan.

Baca Juga : Menjalin Ukhuwah Menghindari Fitnah

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Memang globalisasi zaman dan perusakan ummat lewat berbagai media hingga masuk ke dalam rumah-rumah kita ini dirancang agar sesuai keadaannya untuk keluarnya Ad-Dajjal. Bahkan begitu Ad-Dajjal muncul ia bakal segera dinobatkan sebagai pemimpin sistem dajjal yang memang dipersiapkan sejak lama untuk kedatangan sang “Pemimpin Dunia” tersebut.

Marilah kita berdoa hanya kepada Allah agar kita terlindung dari segala macam fitnah. Doa inilah yang harus dibaca pada setiap tasyahud kedua sebelum salam. Meliputi perlindungan terhadap empat bahaya fitnah dalam perjalanan kita sebagai manusia.

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian serta dari jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.” (HR Muslim 924).

Semoga Allah ta’ala menolong kita dari berbagai fitnah tersebut dan diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.

KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ حُكَّامًا وَمَحْكُوْمِيْنَ، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اشْفِ مَرْضَانَا وَمَرْضَاهُمْ، وَفُكَّ أَسْرَانَا وَأَسْرَاهُمْ، وَاغْفِرْ لِمَوْتَانَا وَمَوْتَاهُمْ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا، وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمنًا مُطْمَئِنًّا قَائِمًا بِشَرِيْعَتِكَ وَحُكْمِكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمّ ارْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ، وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

وَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاة

 

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 113 Rubrik Khutbah Jum’at

Penulis : Amru

Editor : Miqdad