Kleptokrasi, Negeri Para Pencuri

Korupsi
Korupsi

An-najah.net – Sungguh aneh kalau pagar makan tanaman. Pagar seharusnya menjaga, merawat dan melindungi. Tetapi malah merusak dan mengambil barang yang seharusnya dijaga.

Para pejabat yang seharusnya menjaga. Malah menyelewengkan wewenang untuk memperkaya pundi-pundi perbendaharaan pribadinya. Korupsi meraja lela dampaknya penderita rakyat tak kunjung reda. Yang kaya semakin kaya, kemudian yang miskin tambah miskin.

Itulah negeri kleptokrasi. Kleptokrasi berasal dari bahasa Yunani, kleptes yang berarti pencuri dan kratos yang artinya kekuasaan. Jadi kleptokrasi adalah pemerintahan para pencuri. (https://id.wikipedia.org/wiki/Kleptokrasi)

Seorang pejabat itu didepan, seharusnya menjadi panutan. Kalau panutan sudah mencontohkan yang tidak baik. Tentunya rakyatnya akan mengikuti tingkah dan laku mereka. Kecuali orang-orang yang dijaga Allah Swt.

Baca Juga : Adzab Sedang Mengintai Negeri

Kleptokrasi, Negeri Jahiliyah

Kleptokrasi merupakan negeri yang kembali kepada masa jahiliyah. Dimana negeri itu tidak lagi mengenal dan mengamalkan ajaran-ajaran langit. Padahal didalam Islam terdapat ajaran yang halal itu jelas dan haram itu juga jelas.

Halal dan haram itu bisa dilihat dari dua perkara. Pertama, dilihat dari sisi zatnya. Allah Swt menciptakan dunia ini untuk kebutuhan manusia. Umat Islam diperbolehkan menggunakannya selama tidak ada dalil yang mengharamkannya. Kedua, dilihat dari sisi cara memperolehnya. Mungkin secara zatnya itu halal tetapi kalau caranya itu dengan cara mencuri atau korupsi maka barangnya menjadi haram.

Negeri kleptokrasi akan jauh dari rahmat Allah Swt. Negeri itu akan sulit untuk menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Suatu negeri yang baik dan negeri yang mendapatkan maghfirah Allah Swt.

Rasulullah Saw jauh-jauh hari sudah memberitahu kepada umat ini. Bahwa akan datang suatu masa atau zaman dimana manusia tidak peduli lagi. Didalam mereka mengambil harta itu baik dengan cara yang halal atau haram.

Baca Juga : Halal dan haram dalam Kepemimpinan

Kalau orang sekarang ini mereka menggunakan teori Macheavelli menghalalkan segala cara untuk mempertahankan kekuasaannya. Tidak melihat itu dengan cara yang benar atau salah.

Sebagai umat Islam, umat yang menjadi pilihan Allah Swt. Harus senantiasa memiliki kewaspadaan ketika hidup ditengah negeri kleptokrasi. Islam bukan agama yang mengatur persoalan akhirat semata. Namun juga mengatur urusan dunia kita. Jadi jangan sampai tertanam faham sekulerisme dalam pemahaman umat islam.

Dalam Islam bekerja itu perintah. Allah Swt dan Rasul-Nya memberikan apresiasi kepada umatnya yang giat dalam bekerjanya. Mereka bekerja apa saja dipersilahkan selama pekerjaan itu adalah pekerjaan yang halal.

Negeri Yang Thayyibah

Baiknya negeri itu tergantung kepada umara dan ulamanya. Imam al Ghazali, dalam kitab ihya ulumuddin mengatakan rusaknya rakyat karena rusaknya pemerintah. Rusaknya pemerintah karena rusaknya ulamanya. Jika saja bukan karena rusaknya para ulama dan hakim. Niscaya pemerintah akan meminimalisir kerusakannya karena takut ditegur oleh para ulama dan hakim.

Baca Juga : Ulama Laksana Dokter

Penegakkan hukum merupakan gerbang lahirnya keadilan. Hukum jangan sampai tajam kebawah dan tumpul keatas. Akan tetapi penegakkan hukum itu tidak boleh tebang pilih. Dalam arti semua dipandang sama dihadapan hukum.

Ketika negeri itu umara dan ulamanya mereka beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt. Janji Allah Swt akan menjadikan negerinya mendapatkan barakah dari langit dan bumi. Sehingga negeri itu benar-benar menjadi suatu negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Oleh karena itu, katakan tidak untuk Kleptokrasi.

Penulis : Miqdad Abdurrahman

Editor : Anwar