Koramil Lamongan : Narkoba di Paciran Sudah Meresahkan

serma supriyadi, koramil paciran
Serma Supriyadi, Baminkomsos Koramil Paciran

LAMONGAN  (an-najah) – Keberadaan narkoba di kawasan pesisir Paciran Kabupaten Lamongan memang sudah sangat meresahkan. Penyebaran narkoba berupa pil koplo sudah merajalela dari anak-anak SD hingga orang tua.

Menurut Baminkomsos Koramil Paciran, Serma Supriyadi saat dijumpai reporter an-najah.net di Kantoe Kelurahan Blimbing, Paciran Lamongan, pada Kamis, (15/06) jaringan peredaran narkoba sudah sangat  meresahkan warga Paciran.

“Di wilayah Paciran yang banyak beredar ini pil narkopen, yang biasa disebut pil koplo. Kalo dikonsumsi bisa hilang ingatan semua, yang mengkonsumsi dari anak-anak hingga orangtua,” pungkasnya.

Supriyadi juga menegaskan bahwa pihak Koramil sudah sering mengadakan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan memfasilitasi pertemuan dengan para tokoh masyarakat, ulama dan MUI setempat.

Baminkomsos menjadi pihak yang selalu mengkomunikasikan kepada pihak militer di daerah tersebut atas apa yang terjadi berkenaan dengan kondisi, keadaan wilayah, dan kerawanan suatu wilayah terhadap bencana, narkoba, tindak kekerasan dan semacamnya. Atas kejadian ini pun intelijen militer telah bergerak untuk mengantisipasi adanya kerusuhan yang bisa terjadi di tengah masyarakat akibat maraknya peredaran narkoba.

“Kita sudah mengantisipasi, bahkan kemarin kita sudah plotting, kita gambar rumah-rumah orang itu 2 bulan yang lalu, eh malah terjadi kayak gini. Semuanya telah kita laporkan ke pimpinan, bahwa ada kerawanan di bidang itu,” tutur Supriyadi.

Menyikapi respon yang lambat dari pihak keamanan, pihak Koramil berkilah bahwa urusan hukum berada di tangan kepolisian, berbeda dengan masa lalu dimana pihak koramil juga diberikan kewenangan apabila ada kasus kriminal dan penyalahgunaan narkoba.

“Dulu Koramil berwenang untuk memanggil yang bersangkutan dan kepala desanya untuk diberikan catatan dan pembinaan, kemudian dikembalikan lagi dikasih kepercayaan ke masyarakat untuk dibina. Apabila kemudian pelaku berbuat lagi ada yang bertanggungjawab. Minimal kalo begitu kan bisa mencegah,” tuturnya lagi .

Menurutnya, setelah adanya bentrokan dan dua kali pengrusakan terhadap rumah-rumah warga, sudah ada yang datang dari pihak Kodim, dengan kejadian ini mereka baru bisa menilai bahwa tingkat keparahannya telah menimbulkan keresahan. [fajar/an-najah]