Korban Bentrok Koptik VS Militer Mesir Menjadi 24 Tewas, Jam Malam Mulai Diberlakukan

Bentrokan Kristen Koptik dengan polisi militer Mesir, telah menyebabkan setidaknya 24 orang tewas di Kairo, dan kabinet menyerukan adanya pertemuan darurat pada hari Senin ini (10/10), sembari berjanji aksi kekerasan ini tidak akan menggagalkan pemilu pertama Mesir sejak Hosni Mubarak digulingkan.

Warga Koptik sebelumnya memprotes serangan terhadap sebuah mobil gereja yang dibakar, mereka kemudian mulai membakar kendaraan militer dan melemparkan batu kepada polisi militer yang mereka katakan menggunakan taktik kejam terhadap mereka. Insiden ini adalah beberapa aksi kekerasan terburuk sejak pemberontakan Februari lalu.

Bentrokan juga menambah semakin meningkatnya frustrasi di antara para aktivis kepada tentara yang banyak warga Mesir menduga militer ingin tetap memegang kendali kekuasaan dari balik layar.

“Ini adalah hari yang gelap dalam sejarah militer ini adalah pengkhianatan, konspirasi, pembunuhan,” Tulis Magdy el-Serafy di Twitternya di mana ia dan warga Mesir lainnya menyuarakan frustrasi tentara menangani aksi protes tersebut.

Departemen Kesehatan mengatakan korban tewas telah mencapai 24 orang dengan 213 luka-luka, kantor berita resmi MENA melaporkan.

Perdana Menteri Essam Sharaf sendiri telah berkeliling ke wilayah pusat konflik di dekat gedung televisi negara di mana bentrokan meletus, MENA mengatakan. Dan militer telah menerapan jam malam di beberapa kota yang ada di Mesir.

“Apa yang terjadi di depan gedung televisi pemerintah adalah persis apa yang terjadi pada 25 Januari,” tulis aktivis muslim Asmaa Mahfouz, mengacu ke awal dari pemberontakan anti-Mubarak.

Kristen, yang berjumlah 10 persen dari sekitar 80 juta rakyat Mesir, turun ke jalan setelah menyalahkan radikal Muslim menghancurkan sebuah gereja di provinsi Aswan pekan lalu. Mereka juga menuntut pemecatan gubernur provinsi karena gagal untuk melindungi bangunan ibadah mereka.[era muslim]