KPK; Polisi, DPR dan Pengadilan Lembaga Terkorup

wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Adnan Pandu Praja
wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Adnan Pandu Praja

Jakarta (An-najah.net) – Urutan lembaga terkorup pertama Polisi, nomor dua DPR, dan nomor tiga Pengadilan. Hal ini disampaikan wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Adnan Pandu Praja pada kuliah umum upaya pemberantasan korupsi dan anatomi korupsi pada pelaksanaan pemilu, di Gedung KPU, Senin (16/09). Sebagaimana dikutip islampos.com.

Adnan mengatakan dari seluruh lembaga negara yang ada di Indonesia, korupsi paling banyak terjadi di institusi kepolisian dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kemudian di Pengadilan.

“Korupsi yang paling tinggi adalah polisi, nomor dua parlemen, nomor tiga pengadilan. Di ASEAN (korupsi tertinggi) juga polisi. Sementara yang paling banyak ‘disekolahkan’ (dipenjara) itu anggota parlemen, ada 65 anggota. Padahal mereka pintar-pintar, wakil rakyat,” ujarnya

Menurut Pandu, korupsi yang dilakukan oknum anggota DPR juga terbilang kreatif. Namun sayang ia tidak menyebut modus apa yang paling sering digunakan. Ia hanya menyatakan penilaian hadir berdasarkan hasil survei yang dilakukan The Association of Southeast Asian Nations terhadap negara-negara ASEAN.

“Parlemen kita kreatif, hasil survei di ASEAN (The Association of Southeast Asian Nations), parlemen kita paling jago, paling canggih korupsinya. Di negara lain tidak seperti ini. Di sini uniknya,” ujar mantan komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini.

Menghadapi kondisi ini, Pandu meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya. Karena pada hakikatnya anggota dewan merupakan produk dari KPU.

“Jadi kalau sistem tidak berkerja dengan baik, muncul orang-orang seperti itu. Maka perlu membangun kinerja yang baik,” tandasnya.(Anwar/annajah)