Kultum Ramadhan #1: Mulai dari Diri Sendiri

Ada sebuah kisah teladan tentang ulama besar Hasan al-Bashri. Pada jamannya ia dikenal sebagai da’i sejuta umat. Setiap kali ia berceramah dan menyampaikan satu materi, bisa dipastikan  orang-orang akan langsung mengerjakan apa yag di sampaikannya.

Hingga suatu hari, datanglah serombongan hamba sahaya ke rumahnya. Mereka memintanya menyampaikan materi tentang keutamaan memerdekakan budak di hadapan para jama’ah. Mereka berharap setelah mendengar taujih dari Hasan al-Bashri para majikan mereka berkenan untuk membebaskan mereka.

Pada saat itu beliaupun mengatakan, “insyaAllah ..”

Keesokan harinya tibalah waktunya Hasan Al-Bashri berceramah. Namun ada yang aneh, pada kesempatan itu beliau tidak menyampaikan materi seperti yang diminta oleh para hamba sahaya, materi tentang memerdekakan budak. Maka pada sore harinya merekapun kembali mendatangi rumah Hasan Al-Bashri dan menyampaikan permintaannya kembali.

Ulama tabiin tersebut kembali menjawab, “insyaAllah.”

Esok harinya, saat berkhutbah, Hasan al-Bashri tak jua menyampaikan materi tentang perintah memerdekakan budak. Sorenya, para budak kembali menemui beliau. Hasan al-Bashri juga menjawab dengan kalimat yang sama. Hal ini pun terus terulang hingga beberapa kali.

Sampai suatu hari, Hasan Al-Bashripun akhirnya menyampaikan ceramah dengan materi sesuai permintaan para hamba sahaya, yaitu tentang memerdekakan budak. Dan ternyata benar dugaan mereka, seusai mendengar ceramah Hasan Al-Bashri orang-orangpun beramai-ramai memerdekakan hamba sahaya yang mereka miliki.

Setelah kejadian tersebut, para hamba sahaya tadi pun kembali mendatangi Hasan Al-Bashri dan mengatakan,

“Seandainya saja engkau menyampaikan materi itu dari kemarin-kemarin, maka kamipun tidak perlu menungu lama untuk menjadi manusia merdeka.” 

Namun Hasan al-Bashri pun menjawab “sejak kemarin kalian memintaku untuk memerdekakan budak, sebenarnya aku belum pernah melakukan hal tersebut. aku pun berada dalam kondisi tidak memiliki budak untuk dimerdekakan saat itu. aku pun tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli budak dari orang lain. beberapa hari kemarin, aku menabung. dan tepat hari ini aku baru memiliki uang yang cukup untuk membeli budak, lalu memerdekakan nya, maka baru hari ini pula aku memiliki keberanian dan pengetahuan yang cukup untuk menyampaikan materi tersebut”.

Subhanallah… ternyata itulah kunci keberhasilan Hasan al-Bashri dalam berdakwah. Ia selalu berupaya untuk memulai semua yang disampaikannya dari dirinya sendiri. Sehingga orang lainpun tak hanya mendengar perkataannya namun juga melihat perbuatannya.

Hasan Al-Bashri memberi kita satu pelajaran berharga. Mengajarkan kebaikan, mulai dari diri sendiri.

 

Diringkas dari: http://fuadassifa.wordpress.com/