Lima Karakter Pemimpin Zalim

Pemimpin zalim
Pemimpin zalim

An-najah.net – Setiap orang adalah pemimpin. Paling tidak pemimpin bagi kelompok kecil seperti keluarga atau pemimpin sesaat seperti amir safar. Seorang yang memiliki tanggung jawab di pundaknya, sudah cukup disebut sebagai pemimpin. Rasulullah saw menjelaskan hal itu dalam sabdanya:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ فِي أَهْلِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا رَاعِيَةٌ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا وَالْخَادِمُ فِي مَالِ سَيِّدِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Setiap orang di antara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang suami adalah pemimpin di tengah keluarganya dan akan dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang istri adalah pemimpin dan akan ditanya soal kepemimpinannya. Seorang pelayan/ pegawai juga pemimpin dalam mengurus harta majikannya dan ia dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim, shahih).

Kepemimpinan sangat urgen. Setiap perkumpulan manusia dalam sekup apapun perlu menegakkan asas kepemimpinan. Tanpa kepemimpinan, perkumpulan tersebut tidak akan sanggup bertahan, apalagi mencapai tujuan. Karena itulah Ali bin Abi Thalib menegaskan, “Kebaikan yang tidak terorganisir akan dapat terkalahkan dengan keburukan yang terorganisir.”

Senada dengan pernyataan Ali, sahabat Umar bin Khattab juga menguatkan bahwa, “Tiada Islam melainkan dengan jamaah, tiada jamaah melainkan dengan kepemimpinan, dan tiada kepemimpinan melainkan dengan ketaatan.”

Dalam Islam, kepemimpinan sangat urgen keberadaannya. Krisis terbesar dunia saat ini adalah krisis keteladanan dalam kepemimpinan. Krisis ini jauh lebih dahsyat dari krisis energi, ekonomi, kesehatan dan pangan. Tanpa adanya pemimpin visioner yang shalih dan mushlih, maka krisis energi, ekonomi, kesehatan, pangan, pendidikan dan sistem peradilan akan semakin parah.

Dan ternyata, Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa akhir zaman yang penuh dengan fitnah ini banyak bersumber dari kerusakan para pemimpinnya. Berikut ini sebagian ciri pemimpin akhir zaman yang disebutkan Rasulullah SAW.

Pertama, pemimpin jahil yang berfatwa tanpa ilmu

Dari Abdullah bin Amr bin Ash, Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ اللهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sungguh Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari hamba-Nya. Tetapi Allah mencabut ilmu dengan mencabut nyawa para ulama. Sehingga, ketika tidak ada satu ulama pun tersisa, manusia mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Dan pada saat pimpinan yang bodoh tersebut ditanyai, mereka memberikan fatwa tanpa berdasarkan ilmu. Mereka tersesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari)

Kedua, pemimpin yang jahat dan kejam

Dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

أَلَا إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ تُرْفَعَ الْأَشْرَارُ وَتُوضَعَ الْأَخْيَارُ أَلَا إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَظْهَرَ <وفي رواية يقبح> الْقَوْلُ وَيُخْزَنَ الْعَمَلُ

“Ketahuilah, salah satu tanda hari Kiamat adalah orang-orang jahat dan kejam diangkat menjadi pemimpin. Sedangkan orang-orang pilihan dihinakan. Ketahuilah, termasuk tanda-tanda hari Kiamat adalah banyaknya perkataan (buruk) dan sedikitnya amal (dalam riwayat lain: perkataan yang buruk).” (HR. Ad-Darimi)

Ketiga, pemimpin yang suka mengulur pelaksanaan shalat dari waktunya

Dari Ibnu Mas‘ud, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّهُ سَتَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يُؤَخِّرُونَ الصَّلَاةَ عَنْ مِيْقَاتِهَا وَيَخْنُقُونَهَا إِلَى شَرَقِ الْمَوْتَى فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمْ قَدْ فَعَلُوا ذَلِكَ فَصَلُّوا الصَّلَاةَ لِمِيقَاتِهَا وَاجْعَلُوا صَلَاتَكُمْ مَعَهُمْ سُبْحَةً

“Pasti suatu saat nanti kalian akan menemukan para pemimpin yang mengakhirkan shalat dari waktu yang telah ditetapkan seolah-olah mereka itu dalam detik-detik akhir menjelang kematiannya. Apabila kalian melihat mereka melakukan hal itu, shalatlah kalian tepat pada waktunya. Sedangkan untuk mereka jadikanlah shalatmu itu sebagai shalat sunnah.” (HR. Muslim)

Keempat, pemimpin yang menjadikan penjahat dan para preman sebagai orang kepercayaan

Rasulullah SAW bersabda:

لَيَأْتِيَنَّ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يُقَرِّبُونَ شِرَارَ النَّاسِ وَ يُؤَخِّرُونَ الصَّلاَةَ عَنْ مَوَاقِيتِهَا. فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْهُمْ فَلاَ يَكُونَنَّ عَرِيفًا وَلاَ شُرْطِيًّا وَلاَ جَابِيًا وَلاَ خَازِنًا.

“Benar-benar akan datang kepada kalian suatu zaman yang para penguasanya menjadikan orang-orang jahat sebagai orang-orang kepercayaan. Mereka menunda pelaksanaan shalat dari awal waktunya. Barangsiapa mendapati masa mereka, janganlah sekali-kali ia menjadi seorang penasehat, polisi, penarik pajak, atau bendahara bagi mereka.” (HR. Ibnu Hibban, Silsilah al-Ahadits al-Shahihah no. 360)

Kelima, pemimpin jahat berhati setan

Rasulullah SAW bersabda:

يَكُونُ بَعْدِي أَئِمَّةٌ لَا يَهْتَدُونَ بِهُدَايَ وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِي جُثْمَانِ إِنْسٍ

“Sepeninggalku kelak akan muncul para pemimpin yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak meniti jejak sunnahku. Di antara mereka akan ada orang-orang yang mempunyai hati setan, namun fisik mereka adalah fisik manusia.” (HR. Muslim)

Itulah lima sifat pemimpin zalim di akhir zaman. Sejak jauh hari Rasulullah SAW memperingatkan umatnya agar waspada. Semoga panduan Rasul ini membuat kita mampu mengambil ibrah dan bersikap dengan tepat sesuai tuntutan Islam. Amin ya rabbal alamin.

Penulis : Abu Fatiah Al-Adnani

Sumber : Majalah An-najah Edisi 137 Rubrik Akhir Zaman

Editor : Anwar