LSM Suriah: Terima Kasih SBY, Tapi…

Respon Indonesia terkait pembantaian terhadap etnis Muslim Rohingnya, mendapat apresiasi positif Jama’ah Khuquq Insan Suriah (JKIS). Melalui juru bicaranya, Abdullah Abu Mahmud, LSM Suriah yang bergerak dalam bidang kemanusiaan itu mengucapkan terima kasih kepada Presiden Indonesia dan Ketua DPR RI, atas perhatiannya terhadap kezaliman luar biasa yang menimpa kaum Muslimin Rohingnya. Di mana dikabarkan ratusan orang meninggal dunia dan puluhan desa mereka diluluhlantakkan.

Namun, LSM tersebut juga mempertanyakan perhatian Presiden SBY dan Ketua DPR RI terkait masalah kemanusiaan yang menimpa umat Islam di Suriah. “Apakah beliau belum mendengar, menyaksikan dan membaca tentang apa yang terjadi di Suriah?” tulisnya dalam e-mail yang dikirim ke HASI. Ia melanjutkan, dalam kurun waktu 17 bulan, 25.000 nyawa telah dibunuh oleh rezim Bashar Asad. Itu di lupar 150.000 yang dipenjara dan 90.000 orang lainnya yang terluka. “Mereka membakar dan menghancurkan Damaskus dan pusat perekonomian di Aleppo. Demikian pula di kota-kota lain seperti Homs, Dar’a, Hamaa, Adlib, Latakia, Dir Zur, Ar-Raqqah, Baniyas, Jablah, Talqalah, Ar-Rassan, Al-Haula dan kota-kota lainnya.”

 

Di kota-kota tersebut, terang Abu Mahmud, Bashar Asad mengerahkan senjata berat, tan-tank dan pesawat udara untuk menyerang. Mengakibatkan lebih dari 2 juta umat Islam meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri. “Apakah mereka (Presiden SBY dan masyarakat Indonesia) mendengar juga menyaksikan bagaimana negara Iran, Rusia, china juga Hizbusdyaitan (plesetan dari Hizbullah—Red) di Libanon, Hizbur Rafidha di Iraq, mereka semuanya mengerahkan harta, tentara dan juga senjata kepada Bashar Asad dan membantu mereka dalam membunuh perempuan, anak-ank, lanjut usia di Suriah?”

 

JKIS menegaskan harapannya kepada rakyat dan pemerintah Indonesia. “Kami semua berharap kepada bapak Presiden Indonesia dan semua masyarakat Indonesia—juga Lembaga Hak Asasi Manusia— untuk membantu saudara-saudara kita yang terzalimi di Suriah untuk melakukan perlawanan kepada Basyar Al Asad.” Di penghujung tulisannya, ia menegaskan: “Sesungguhnya Ahlusunnah Suriah yang terzalimi, tidak akan pernah melupakan jasa orang-orang yang ikhlas dan masyarakat Indonesia yang ikut serta dalam membantu mereka yang terzalimi dalam permaslahan yang begitu besar ini, dan juga masyarakat Suriah tidak akan pernah melupakan pihak-pihak yang membantu Bashar Asad dan orang-orang yang mengotori tangan-tangan mereka dengan darah-darah para syuhada Suriah.” (hans/an-najah.net)