Makar Fir’aun Menghadang Dakwah Tauhid

Fir'aun
Fir’aun

An-Najah.net – “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (Qs. Yunus : 92)

Kisah kematian Fir’aun ada pelajaran berharga bagi Ulul Abab. Belajar dari kisah Fir’aun bukan untuk diikuti. Akan tetapi, diwaspadai jadi orang jangan seperti Fir’aun. Fir’aun potret penguasa yang diktator, dhalim dan kejam.

Fir’aun banyak membuat makar dalam menghalang-halangi dakwah tauhid  ini. Ia banyak melakukan perbuatan thaghau (melampui batas) dan banyak pula kerusakan. Intinya satu dia ingin memadamkan cahaya Allah, baik dengan mulutnya atau kekuatannya.

Baca Juga : Bani Israil, Potret Pemimpin Yang Gagal

Makar Fir’aun yang ingin memadamkan cahaya Allah itu, Ibarat ia ingin memadamkan cahaya Matahari dengan mulutnya. Maka itu mustahil. Allah Swt tetap akan menyempurnakan cahayanya meskipun orang-orang kafir membencinya.

Fir’aun memang berbuat makar, tetapi Allah swt sebaik-baik  pembuat makar. Akhir hidup Fir’aun cukup mengenaskan ia mati tenggelam di laut Merah. Meskipun ia mengaku beriman kepada tuhannya  bani Israil dan mengaku diri berserah diri kepada Allah Swt. Akan tetapi, ketika nyawa sudah sampai ditenggorokan taubatnya tidak diterima.

Pengakuannya dijawab Allah Swt, “Apakah sekarang baru kamu percaya, padahal sesungguhnya kamu telah durhakan sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”. (Qs. Yunus : 91)

Baca Juga : Pelajaran Politik Musa Vs Fir’aun

Makar Fir’aun

Didunia ini berlaku hukum kausalitas, sebab-akibat. Kenapa Fir’aun dimatikan dalam kondisi yang mengenaskan  tentu ada sebabnya. Padahal dia itu memiliki pasukan yang banyak, akan tetapi dia matinya tenggelam di laut Merah.

Kematiaan Fir’aun itu ternyata merupakan puncak gunung es atas makarnya terhadap dakwah tauhid ini. Ketika Musa as diutus Allah Swt sebagai rasul-Nya. Fir’aun bukannya menerima, akan tetapi dengan berbagai strategi ia berusaha menolak seruannya.

Makar-makar fir’aun untuk menghalangi dakwah tauhid itu adalah sebagai berikut. Mungkin makar seperti ini juga muncul dizaman ini. Untuk itu dengan mempelajari makar Fir’aun, bisa dijadikan pelajarannya pula bagaimana menghadapinya.

Baca Juga : Makar Wali Setan

Pertama, Membunuh karakter da’i

Trik Character Assassination (pembunuhan karakter) terhadap da’i dilakukan fir’aun. Cemoohan dan olok-olokan dialamatkan kepada Nabi Musa as. Langkah fir’aun ini memiliki tujuan untuk menjatuhkan jiwa dan mental nabi Musa selaku da’i.

Allah Swt berfirman : “Dan sesungguhnya telah kamu utus Musa dengan membawa ayat-ayat kami dan keterangan yang nyata, kepada Fir’aun, Haman dan Qarun. Maka Mereka berkata : (Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta.” (Qs. Al Mu’min : 23 – 24).

Meskipun Nabi Musa as mendapatkan serangan, beliau tetap menyampaikan hujah dan bukti yang bisa mematahkan narasi fir’aun.

Baca Juga : Makar Wali Setan, Ingin Memadamkan Cahaya Allah Swt

Kedua, Fir’aun memenjarakan da’i atau membunuhnya

Ketika Fir’aun kalah dalam perang narasi dengan Nabi Musa. Fir’aun mengancam akan memenjarakan sang da’i. Tujuannya ingin menghalangi tersebarnya misi dakwahnya. Bahkan Fir’aun akan meneror kepada pengikutnya dan membunuh nabi Musa as.

Allah Swt berfirman : “Maka tatkala musa datang kepada mereka dengan membawa kebenaran dari sisi kami, mereka berkata, “Bunuhlah anak-anak orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka.” Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia (belaka). Dia berkata fir’aun (kepada pembesar-pembesarnya), “Biarkanlah aku membunuh musa dan hendaklah ia memohon kepada tuhannya..” (Qs. Al Mu’min : 25 – 26)

Kejahatan Fir’aun membunuh anak-anak bani Israil terjadi dua kali. Pertama, ketika dia bermimpi bahwa akan lahir anak laki-laki yang akan menghancurkan kekuasaannya. Kedua, Ketika nabi Musa mendakwahi Fir’aun. Dengan tujuan untuk menghinakan bani Israil agar merasa sial dengan keberadaan Musa dan memperkecil bilangan mereka.

Makar Fir’aun untuk membunuh Nabi musa menunjukkan keingkaran, kerasnya hatinya serta kekurang ajarannya kepada tuhan. Upaya pembunuhan terdahap pemimpin gerakan Islam menegaskan permusahannya terhadap dakwah. Dan upaya melenyapkan gerakan islam itu melalui pembunuhan tokoh dan pemimpinnya.

Baca Juga : Islamofobia dan Polarisasi Ummat

Ketiga, Fir’aun menuduh Nabi Musa ingin mengganti undang-undang dan membuat kerusakan

Fir’aun merasa khawatir bila Musa mengubah pendirian manusia dan menganti tradisi dan adat istiadat mereka yang selama ini telah dia bina. Dalam sikapnya ini fir’aun berpura-pura sebagai seorang yang mengharapkan kebaikan bagi manusia. Dia memperingatkan manusia dari Musa as, padahal kenyataannya dia adalah ‘Maling teriak maling’.

Hal ini terlihat dari perkataan fir’aun yang disitir oleh Allah dalam firmannya: “Sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi. (Qs. Al Mu’min : 26)

Keempat, Menghasung orang akan memusuhi pejuang Islam

Fir’aun mengumpulkan kaumnya, lalu berseru kepada mereka seraya memperagakan dan membangga-banggakan dirinya sebagai raja negeri Mesir. Dengan seluruh kekuatan medianya ia berusaha mempengaruhi rakyatnya agar tidak mengikuti dakwah nabi Musa as.

baca Juga : Memburukkan Citra islam, Strategi Musuh

Allah Swt menceritakan peristiwa itu dalam firmannya: “Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu), lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.” (Qs. Az Zuhkruf : 54).

Maka ketika Fir’aun dan kaumnya membuat Allah Swt murka. ketika dia dan pasukannya mengejar Nabi Musa dan bani Israil. Allah Swt menghukum mereka dengan menenggelamkan mereka di laut. Dan peristiwa itu dijadikan Allah Swt sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang sesudah mereka. Agar tidak mengerjakan seperti apa yang telah dilakukan Fir’aun.

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 156 Rubrik Tema Utama

Penulis : Abu Khalid

Editor : Miqdad