Browse By

Makar Wali Setan

Al-Qur’an dan As-Sunnah telah membagi manusia menjadi dua kelompok. Ada manusia yang menjadi wali Allah. Ada pula yang menjadi wali syaitan. Masing-masing kelompok memiliki kriteria yang jelas sehingga setiap muslim bisa memilah antara wali Allah dengan wali Syaitan.

Karakter dan sifat khas wali Allah perlu dipelajari untuk dihindari. Yang lebih penting lagi, supaya dapat memahami kebenaran utuh dari dua sisi. Inilah mengapa sahabat Hudzaifah bin Yaman kerap menggali tentang keburukan, sifat-sifat muanfik dan berbagai macam fitnah kepada Rasulullah SAW. Tujuannya bukan untuk hanyut dalam arus, tetapi sebagai upaya menyelematkan diri, keluarga dan saudara sesama muslim dari keburukan tersebut.

Inilah mengapa pada bulan Mei 2017 ini Majalah An-Najah edisi 138 mengangkat tema “Wali Syaitan”. Agar kaum mukminin sadar dan waspada terhadap musuh bernama wali Syaitan.

Dengan membaca majalah edisi kali ini, kita akan mengenal siapa dan bagaimana karakter wali Syaitan itu. Langkah-langkah apa saja yang diterapkan wali Syaitan dalam menyesatkan manusia. Padahal kita diperintahkan Allah untuk masuk Islam secara kaffah dan menjauhi langkah-langkah Syaitan itu. Kemudian apa yang harus kita lakukan setelah mengenal wali Syaitan ini.

Disamping membahas tema utama di atas, dalam rubrik Kolom diangkat tema “Prinsip Interaksi dengan Demokrasi”. Dalam makalah ini akan dijelaskan langkah mencari titik temu antara kaum jihadis anti demokrasi dengan aktifis penumpang demokrasi. Sedangkan dalam rubrik teropong mengangkat tema “Negara Sekuler”. Hal ini bermula dari sebuah keresahan ummat saat munculnya wacana pemisahan antara politik dan agama. Padahal pemikiran seperti itu ajaran sekuler sedangkan agama Islam itu bersifat universal.

Kami berharap dengan membaca An-Najah edisi ini menambahkan pemahaman dalam menghadapi wali Syaitan serta mampu menghadap strategi wali Syaitan dalam memusuhi wali-wali Allah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan keistiqamahan dalam mengemban amanah iqamatuddin ini. Amiin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *