Mantan Pilot Bashar Al Asad Ungkap Peran Rusia dan Iran dalam Mendukung Rezim

pesawatDamaskus (an-najah.net) – Seorang mantan pilot Basyar Al Asad baru-baru ini mengungkap peran Rusia dan Iran dalam mendukung rezim Bashar Al Asad. Melalui jalur udara, kedua negara tersebut secara diam-diam mengirimkan uang dan senjata setiap bulannya untuk membantu rezim Bashar Al Asad yang sudah mulai terdesak.

Seorang mantan pilot Asad yang meminta namanya disebutkan dengan nama Nadzim menuturkan bahwa dia dan teman-temannya sesama pilot ditugaskan untuk menerbangkan pesawat dua sampai tiga kali dalam satu bulan untuk mengambil uang dari Rusia yang kebanyakan bermata uang Euro dan Dollar, untuk dialokasikan membantu rezim Asad.

Ia menambahkan, “Para pilot juga melakukan penerbangan rahasia ke Iran paling sedikit 20 kali dalam satu bulan, termasuk saya yang mendapat jatah hanya dua kali. Penerbangan-penerbangan rasia tersebut khusus untuk mengangkut senjata-senjata dan bahan peledak Iran yang sangat dibutuhkan rezim Asad untuk menghancurkan Revolusi yang sedang berlangsung” imbuhnya sebagaimana yang dilansir surat kabar Inggris ‘The Lelegraph’.

Pengakuan ini merupakan pengakuan pertama yang keluar dari mulut para tentara Asad yang mendapatkan tugas khusus dari rezim. Hal ini juga semakin menguatkan sejumlah kabar intelejen yang menyebutkan bahwa Iran masih terus memasok senjata untuk rezim Asad, terutama di saat pejuang Suriah berhasil menguasai sebagian besar wilayah Suriah dan semakin berkurangnya wilayah-wilayah yang dikuasai rezim dalam beberapa bulan terakhir ini. Sehingga hal ini membuat Iran mengintensifkan pasokan senjata baik melalui jalur udara, maupun jalur luat melalui Irak.

Pihak Amerika telah memperingatkan Irak supaya tidak mengijinkan Iran memakai wilayahnya untuk memasok senjata kepada rezim Suriah, namun hal itu tidak dihiraukan perdana menteri Irak Nuri Al Malaki. Bahkan menurut sumber intelejen, senjata-senjata dan bahan peledak yang dikirim Iran itu mencapai lima ton dalam sepekan. [hunef]