Masalah Ibarat Segenggam Garam, Pilih Jadi Gelas Atau Danau

Garam dalam gelas
Garam dalam gelas

An-najah.net – “Orang lemah dihancurkan oleh masalah, tetapi orang yang kuat dicerahkan oleh masalah” ungkapan dari orang yang bijak.
Segala masalah yang datang kepada kita ibarat segenggam garam. Tentu kita tahu garam kalau dituangkan dalam gelas, tatkala kita minum akan terasan asin dan membuat perut kita mual. Namun, berbeda tatkala segenggam garam itu kita tuangkan kedanau yang luas tentu tidak akan membuat air danau itu asin.
Demikian pula kalau ketika masalah itu datang. Kalau kita punya hati kecil seperti gelas yang kecil, masalah kecil akan menjadi besar. Berbeda kalau kita mempunyai hati yang besar, seluas danau, datangnya masalah itu akan membuat kita semakin dewasa dalam menghadapi masalah.
Baik tidaknya seseorang tergantung dengan hatinya. Namun, kebanyakan seseorang ketika sedang menghadapi masalah besar, biasanya hatinya sedih dan ciut, pandangan dan pikirannya menjadi gelap. Sehingga kelihatannya buntu jauh dari alternatif penyelesaiannya.
Tetapi gilirannya ia menasihati orang lain yang sedang punya masalah, kita merasa berbeda, terasa ringan bagi kita menghadapinya. Bahkan, dengan mudah ia bisa memunculkan alternatif penyelesaian.
Mengapa hal itu bisa terjadi? Salah satu sebabnya, ketika ia punya masalah kecenderungan hati tertutup, mengecil dan tidak mudah menerimanya sebagai suatu keharusan jalan hidup. Akhirnya, ia berkecil hati dan melakukan pengingkaran terhadap kenyataan.
Nah, ketika orang lain masalah kita, dia sebenarnya biasa-biasa saja, tidak berkecil hati. Oleh karena itu, menjaga kejernihan pikiran dan pandangan saat menghadapi masalah merupakan syarat mendasar.
Jangan berkecil hati, artinya berlapang dada. Rasakanlah lalu pikirkanlah masalah itu dengan pikiran yang jernih.
Bisa juga sejenak kita seolah-olah menjadi orang lain, merasakan bagaimana jika masalah itu terjadi pada orang lain dan kita menasihatinya.
Dalam hidup ini akan selalu ada masalah, ujian dan cobaan. Itu adalah sudah menjadi sunnatullah. Jangan menghindari masalah jika harus terjadi. Jangan meninggalkan masalah jika harus dihadapi. Tetapi, selesaikanlah masalah, ujian dan cobaan itu dengan tenang.
Nah, berbesar hati ketika menghadapi masalah dan cobaan hidup, itu adalah kunci kesuksesan masa depan.
Ingatlah bahwa masa depanmu masih cerah. Datangnya masalah justru sebetulnya untuk mendidik kita, melatih kesabaran kita, menuntut kesungguhan kita, dan untuk memperkuat karakter kita. (Anwar/annajah)