Matinya Iman Kaum Muslimin

Ghouta Suriah
Ghouta Suriah
Ghouta Suriah
Ghouta Suriah

An-Najah.net – Sore ini saya mendapatkan kiriman foto-foto korban serangan Rezim Suriah dan Rusia, yang didukung kuat oleh Iran.

Kiriman dari seorang kawan asli Suriah ini ditulisi, “-Dimana orang-orang mulia umat Islam-, apakah semua sudah menjadi hina?.

Akhi, tolong sebarkanlah. Minimal satu tulisan, kamu tulis untuk mereka. Kalau bisa sampaikan dalam khutbah jum’at.” Tulisnya lebih lanjut.

Ada empat video yang beliau kirim, dari keempatnya ada dua yang betul-betul membuat air mata saya, tanpa terasa menetes.

Seorang anak dengan berbalut perban putih, darah mengalir diantara rambutnya berteriak histeris. Ya Allah, dia adalah anakku! Ia, walau ia dilahirkan oleh ibu dan bapak yang berbeda, tetapi dia bocah muslimah.

Satu video lagi, empat ibu berada dalam sebuah Lorong tanah yang sangat sempit, bersembunyi dari serangan brutal pesawat tempur Rusia-Iran.

Mereka memberikan beberapa pesan kepada umat Islam, dan menjelaskan kondisi di Ghautoh yang mencekam. Seraya menenangkan anaknya yang ketakutan.

Ya Allah, mereka saudari-saudari dan ibu-ibuku. Karena mereka muslimah, ada jalinan iman yang mempertemukan kita.

Ya Robb, sudah 500 muslim sipil terbunuh di Ghautoh sejak pertengahan februari 2018. Sementara lebih dari 2500-an terluka parah.

Persaudaraan sebagai salah satu pokok keimanan telah hilang. Padahal Allah SWT berfirman;

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.

Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Qs. At-Taubah: 71)

Saya jadi teringat dengan beberapa hadits yang menjelaskan kewajiban menolong sesama muslim. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut kepedulian kepada sesama muslim adalah iman. Tidak peduli, maka tidak ada iman.

Rasulullah SAW bersabda;

مَا آمَنَ بِي مَنْ بَاتَ شَبْعَانُ وَجَارُهُ جَائِعٌ إِلَى جَـنْبِهِ وَهُوَ يَعْلَمُ بِـهِ

“Tidak beriman kepadaku siapa yang tidur di malam hari dalam keadaan kenyang. Sementara tetangganya di sebelahnya kelaparan. Dan dia tahu kondisi tetangganya itu.” (HR. Ath-Thabarani)

Dari sahabat Nu’man bin Tsabits, Rasulullah SAW bersabda;

مَثَلُ المُؤْمِنينَ في تَوَادِّهِمْ وتَرَاحُمهمْ وَتَعَاطُفِهمْ ، مَثَلُ الجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الجَسَدِ بِالسَّهَرِ والحُمَّى

“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal cinta, kasih sayang dan perasaan iba mereka, seperti satu jasad. Apabila satu anggota tubuh itu mengeluh (sakit), tentu seluruh jasad itu saling memanggil, merasakan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Muttafaqun Alaihi)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menjelaskan, bahwa kepedulian terhadap derita dan kehormatan umat Islam, adalah jaminan masa depan;

مَا مِنِ امْرِئٍ يَخْذُلُ مُسْلِمًا فِي مَوْطِنٍ يُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ، وَيُنْتَقَصُ فِيهِ عِرْضُهُ إِلَّا خَذَلَهُ اللهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ، وَمَا مِنِ امْرِئٍ يَنْصُرُ مُسْلِمًا فِي مَوْطِنٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَتُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ إِلَّا نَصَرَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ

“Siapa yang menelantarkan seorang muslim di tempat ia dinodai kehormatannya, dilecehkan harga dirinya, maka pasti Allah akan menelantarkannya, di saat ia sangat membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Dan siapa yang menolong seorang muslim di tempat ia dinodai kehormatannya, dilecehkan harga dirinya, maka pasti Allah SWT akan menolongnya di saat ia membutuhkan pertolongang Allah SWT.” (HR. al-Baihaqi)

Semoga Allah SWT membangkitkan rasa iman kita dengan kepedulian kita terhadap nasib umat Islam di Ghouta.

Aamiin

Penulis : Mas’ud Izzul Mujahid

Editor : Helmi Alfian