Membangun Komitmen Kepada Agama Islam

Komitmen dalam Islam
Komitmen dalam Islam

An-Najah.net – Komitmen kepada Islam kunci kesuksesan. Islam adalah jalan keselamatan di dunia dan akhirat. Manusia agar sukses di dua negeri harus memiliki komitmen dan konsisten terhadap Islam. Al Qur’an surat Ash shaf memberikan arahan agar kita komitmen kepada Islam.

Jadi seorang muslim itu harus bisa menjaga ucapan dan perbuatannya. Jangan sampai terjadi ketidak sesuaian antara ucara dan perbuatannya. Padahal sifat kemunafikan seperti itu amat dibenci Allah Swt.

Bukti keimanan seorang mukmin dia akan siapan untuk berjuang. Allah Swt berfirman:

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokok.” (Qs. Ash Shaf : 4)

Dalam ayat ini Allah Swt memerintahkan kepada kaum muslimin untuk menyatukan barisan dalam membela agama Islam. Sunnatullah mengajarkan kepada kita kebenaran ketika tidak terorganisir dengan baik, maka akan dikalahkan oleh kebatilan yang diorganisir dengan baik.

Untuk komitmen kepada Islam ketika sendiriaan cukup berat. Karena ada pekerjaan-pekerjaan yang bisa dikerjakan sendiri, tetapi ada pula yang harus dikerjakan secara berjama’ah. Dengan berjama’ah pekerjaan akan menjadi ringan dan hasilnya lebih maksimal. Inilah bukti komitmen keislaman seorang muslim.

Komitmen Bani Israil

Surat ini menampilkan sebagian model sikap bani Israil yang selalu menimbulkan kesulitan dan melelahkan nabi Musa as. Hal ini disebabkan komitmen mereka pada agama Allah swt sangat lemah. Allah Swt berfirman :

“Dan, (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Hai kaumku mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu? …” (Qs. Ash Shaf : 5)

Tetapi apa yang terjadi ?

“…Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk pada kaum yang faik.” (Qs. Ash Shaf : 5)

Nabi Isa as pun hadir kepada mereka dengan membawa risalah yang sama. Allah Swt berfirman :

“Dan (Ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata, “Hai bani Israil sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku yang namanya Ahmad (muhammad)..” (Qs. Ash Shaf : 6)

Akan tetapi, komitmen bani Israil sangat lemah dan tetap tidak mau berubah. Allah Swt berfirman :

“maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata : “Ini adalah sihir yang nyata.” (Qs. Ash Shaf ; 6)

 Seruan Menyatukan Barisan

Setelah ayat yang menegaskan anjuran untuk menyatukan barisan, hadir ayat yang menyeru untuk tetap memberikan peringatan kepada umat. Allah Swt berfirman :

“Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyerupakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. (Qs. Ash Shaf : 8)

Dari ayat diatas memberitahukan kepada kita akan pentingnya bersatu dan menolong agama islam. Sebab musuh-musuh Allah Swt, bertekad untuk memadamkan cahaya agama ini. Mengapa komitmen kalian pada agama ini lemah, padahal kalian tahu bahwa Allah swt akan menyempurnakan cahaya agama-Nya, meskupun orang-orang kafir benci.

Kalau kita melihat saat ini arus islamophobia mulai terang-terangan. Kasus kriminalisasi terhadap para ulama, penghinaan kepada kaum muslimah yang berusaha komitmen terhadap cadarnya. Suara kidung lebih baik dari suara adzan. Na’udzubillah min dzalik.

Namun Allah Swt memberikan kabar gembira melalui firmannya :

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkan di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik benci.” (Qs. Ash Shaf : 9)

Dengan izin Allah Swt agama ini pasti akan mendapatkan pertolongan mengalahkan agama lain dan mengungguli manhaj lain. Ibarat mereka yang ingin memadamkan cahaya Allah itu seperti ingin memadamkan cahaya matahari dengan mulut-mulut mereka, tentu tidak akan bisa. Karena matahari tetap akan berjalan dan menyinari bumi ini. Oleh karena itu, segeralah bergabung di bawah panjinya, agar kita termasuk orang-orang yang mendapatkan kemenangan.

Jadilah penolong Agama Allah

Surat Ash Shaf ditutup dengan seruan kepada seluruh kaum mukminin, agar tetap teguh dan komitmen terhadap Islam. Bahkan diayat-ayat terakhir diberitahukan kepada kita perdagangan yang menguntungkan adalah jihad fisabillillah. Dimana mereka akan mendapatkan kebaikan baik didunia maupun diakhirat.

Allah juga memerintahkan kepada kita supaya menjadi penolong agama Allah. Sebagaimana firman Allah Swt :

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah……” (Qs. Ash Shaf : 14)

Komitmen pada agama tidak cukup hanya dengan shalat, shaum, dan membaca Al Qur’an, tetapi dengan menjadi penolong agama Allah Swt. Kaidah ini tidak hanya berlaku pada umat Muhammad Saw, namun telah menjadi tuntutan yang harus dipenuhi oleh pengikut para nabi terdahulu seperti Hawariyyun, pengikut setia nabi Isa as.

Ditulis : Anwar Ihsanuddin S.Pd

Editor : Abu Khalid