Menembus Sekat, Menunaikan Amanat

Penghujung Juli 2012, saat umat Islam seluruh dunia dalam rengkuhan bulan penuh berkah, Ramadhan 1433 H, Hilal Ahmar Society (HASI) memberangkatkan 4 orang relawan ke Turki. Tepatnya tanggal 31 Juli 2012 lalu, tim yang terdiri dari dua dokter, satu apoteker dan satu penerjemah meninggalkan tanah air membawa amanat bantuan umat Islam Indonesia untuk rakyat Suriah.

Turki dipilih sebagai perantara, dari sekian negara yang berbatasan langsung dengan Suriah, Turki-lah yang paling mudah dijangkau. Terutama karena kebijakan politik Turki yang membuka tangan kepada para pengungsi Suriah. Sebelumnya, tim asasement dari KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) yang dipimpin oleh Ust. Ferry Noor juga singgah di Turki.

 

Kali ini tim HASI dipimpin oleh Angga Dimas P. Lulusan Farmasi Universitas Pancasila Jakarta ini sebenarnya sedang menunggu kelahiran putra pertamanya. Namun, mengingat misi Suriah ini merupakan misi pertama yang dilakukan oleh LSM Indonesia, maka kontingen harus dipimpin relawan senior. HASI menjatuhkan pilihan kepada Angga, relawan yang sebelumnya ikut dalam Asia Caravan to Gaza dan Global March to Jerussalem.

 

The Quad A Team.  Kirka : Anton, Angga, Abu Harits dan Adi

Angga memimpin tim yang terdiri dari dr. Dwi Anton, dr. Adi Surya Dharma dan Abu Harits Lc. Nama terakhir adalah alumnus LIPIA Jakarta yang sedang menyelesaikan program magister pada Institut Ilmu Al-Qur’an, yang dalam misi kali ini berperan sebagai penerjemah. Selain itu, turut serta dalam tim HASI seorang relawan dari Pemuda Al-Irsyad Al-Islamiyah, Fathi Nasrullah.

 

Ditemui beberapa saat sebelum meninggalkan tanah air di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng akhir Juli lalu, Angga Dimas menyatakan misi utama tim yang dipimpinnya ada dua. Pertama, menyampaikan amanat bantuan yang dikumpulkan sebelumnya dari umat Islam Indonesia. “Jumlah awal yang kita bawa baru USD 18.000,” paparnya. Sedangkan misi kedua adalah melihat dari dekat kondisi pengungsi Suriah di Turki untuk mengetahui hal-hal yang paling mereka butuhkan. “Ini penting, sebagai informasi bagi umat Islam di Indonesia agar bantuan dan distribusi yang diberikan tepat sasaran,” ujar pria yang juga menjabat sekretaris HASI tersebut.

 

Pamit

Sehari sebelum keberangkatan tim relawan yang didampingi pimpinan pusat HASI menyempatkan diri bersilaturahmi ke beberapa tokoh umat Islam. Salah satu di antaranya, Munarman, SH. Dalam silaturahmi sekaligus buka bersama yang di kantornya, Munarman SH menyatakan dukungannya terhadap keberangkatan tim ini. Ia mengharapkan keberangkatan tim ini sekaligus sebagai tim investigasi yang mengumpulkan data untuk kemudian dishare ke kaum Muslimin di Indonesia.

Pemanasan.  Suguhan nasi kabuli bang Munarman, SH. Latihan menu Turki?

Karena waktu yang terbatas, SMS juga menjadi sarana pamitan tim. Salah satunya kepada Bp. Achmad Michdan, SH, ketua pelaksana Tim Pembela Muslim. Dalam SMS balasannya, Achmad Michdan menulis: “Insya Allah SWT melancarkan perjalanan dan memudahkan misinya dan senantiasa mendapatkan pertolongan serta keridhoan-Nya. Amin.”

 

 

 

Tiba di Turki

Setelah menempuh perjalanan selama 13 jam, akhirnya tim tiba di Istanbul, Turki dengan selamat. Kedatangan tim HASI disambut perwakilan Syrian Society for Humanitarian Relief and Development. Melalui pesan singkat lewat ponsel, Angga mengabarkan kepada Crisis Centre HASI di Jakarta bahwa tim akan beristirahat sehari di Istanbul, sebelum esoknya melanjutkan penerbangan ke Hatay. Perbatasan Turki dan Suriah yang sebetulnya dikenal sebagai tempat pariwisata, namun kini menjadi tempat penampungan pengungsi.

 

Keesokan harinya, pada 2 Agustus 2012 sore hari, tim HASI melaporkan telah mendarat di Hatay dan langsung mengadakan kunjungan ke kamp-kamp pengungsi. Baik kamp pengungsi yang teregister oleh Pemerintahan Turki, maupun yang ditangani oleh sukarelawan peduli Suriah (non-government).

 

Menanggapi kabar tim yang telah bergabung di kamp pengungsi, Ketua HASI dr. Mashur Afandi mengucapkan syukur yang mendalam. “Alhamdulillah… tim ini menjadi perintis jalan bagi relawan-relawan HASI pada periode pengiriman selanjutnya.” Dokter yang juga menjadi penanggungjawab Klinik Kesehatan PP Isy-Karima Karanganyar Jawa Tengah ini pun mempunyai kegiatan baru; tak melepas telepon genggamnya demi memantau intens kabar tim di lapangan.

 

Selamat bertugas tim sukarelawan Suriah HASI. Semoga berkah Ramadhan menambah lipat ganda amal shaleh kalian dalam menolong manusia korban kezaliman sebuah rezim Barbar. (arif/an-najah.net)