Mengapa Alergi Jihad?‎

jihad
jihad
An-Najah.net – Jihad merupakan syariat Islam. Dengan sepeniggalnya Rasulullah Saw, munculah ‎subhat-subhat dikalangan kaum muslimin. Baik adanya nabi palsu, penolakan membayar zakat, ‎muculnya sekte-sekte yang menyimpang dan lain sebagainnya. ‎

Isu Yang Membengkak

Berbicara masalah jihad, banyak yang beranggapan sebagai aksi radikal, dan anggapan itu telah ‎ada ‎sejak dahulu kala. Sejarah Islam telah mencatat orang-orang yang alergi jihad. Mereka ‎bukan ‎sekedar orang-orang kafir, malah yang paling berbahaya adalah mereka mengklaim ‎diri sebagai ‎muslim, namun alergi dengan kata “Jihad”‎

Baca juga: KEUTAMAAN PARA SYUHADA’

Pada zaman Rasulullah Saw misalnya, telah ada orang-orang yang antipati (sifat menolak) ‎terhadap jihad. ‎Salah satunya diabadikan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya,‎
فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلاَفَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لاَ تَنْفِرُوا فِي ‏الْحَرِّ قُلْ ‏نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ
‎“Orang-orang yang tidak ikut perang itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di ‎belakang ‎Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada ‎jalan Allah dan ‎mereka berkata: “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam ‎panas terik ini.” ‎Katakanlah: “Api neraka jahannam lebih panas,” jika mereka ‎mengetahui.” (at-Taubah: 81)‎

Sikap Antipati Sekte Sesat

Pada dekade berikutnya, seiring bermunculannya sekte-sekte sesat, sikap antipati dan ‎alergi ‎jihadpun tumbuh subur. Dalam disertasi doktoralnya yang berpredikat mumtaz ‎‎(cumlaude), ‎Ahammiyatul Jihad fi Nasyri ad-Dakwah al Islamiyah (Urgensi Jihad dalam ‎Penyebaran Dakwah ‎Islam), DR. ‘Ali bin Nafi’ al-Ulyani menyebutkan beberapa ‎kelompok yang memiliki aqidah ‎alergi jihad. Beberapa sekte itu ialah,‎
‎1.‎ Murji’ah. Sekte ini menafikan jihad.‎
‎2.‎ Shufiyah, muncul di awal abad 3 H.‎
‎3.‎ Qadiyaniyah, muncul saat penjajah Inggris menguasai India. Sekte ini bekerja untuk ‎‎kepentingan Inggris, dan mendaulat penguasa Inggris sebagai Amirul Mukminin yang sah.‎
Sebab utama yang membuat ketiga kelompok di atas benci jihad adalah kecacatan dalam ‎masalah ‎aqidah.‎ (‘Ali bin Nafi’ al-Ulyani, Ahammiyatul Jihad fi Nasyri ad-Dakwah al Islamiyah, cet II, ‎hal. 465- 501)‎

Hari ini, jihad menjadi momok yang sangat menakutkan bagi kebanyakan manusia. Dalam ‎benak ‎mereka, tak terkecuali muslim, seakan-akan jihad seperti Drakula. Tergambar dalam ‎pikiran ‎mereka ketika disebutkan syariat jihad; darah, pembantaian, perbudakan, ‎penjarahan dan ‎gambaran-gambaran mengerikan lainnya, muncul dibenak mereka.‎

Saudaraku, tidak hanya masyarakat awam yang menganggap jihad sebagai aksi yang mengerikan, ‎‎banyak para dai dan pemuka Islam pun berpandangan demikian. Walaupun tidak ‎menyatakannya ‎secara jelas lewat lisan mereka, bahwa mereka benci jihad. Tetapi sekilas dari cara pemikirannya ‎tergambar membenci syariat jihad.‎

Sehingga lahirlah dai-dai yang loyal pada kepentingan zionis Yahudi dan salibis Amerika di ‎kalangan kaum muslimin. Tidak lain dan tidak bukan, hanya untuk meluncurkan berbagai ‎propaganda-propaganda penghalang pelaksanaan jihad dan tersebarnya ideologi jihad. ‎

Dai-dai “salafi” ‎misalnya, mengusahakan segudang syubhat untuk membuat kabur ibadah jihad ‎di mata ‎umat. Mulai dari statemen “tidak ada jihad tanpa izin imam”, “jihad tidak sah sampai ada ‎‎tarbiyah dan tashfiyah”, “jihad lintas negara tidak ada contoh dari salafus sholeh” dan ‎berbagai ‎statement-statement yang bertujuan mengkaburkan ibadah jihad di mata umat.‎
Saudaraku, inilah fakta yang terjadi di kalangan kaum muslimin hari ini. Jihad di hadapan mereka seperti ‎serigala bahkan drakula yang menggerikan. Ketika kalimat “jihad” disebutkan, maka yang ‎terbesit di benak mereka hanyalah; darah, pembantaian, perbudakan, ‎penjarahan dan gambaran-‎gambaran mengerikan lainnya. Wallahu Ta’ala ‘Alam
Penulis ‎: Ibnu Jihad
Editor ‎ : Ibnu Alatas‎