Browse By

Mengapa Disebut Bulan Ramadhan?

Mengapa disebut bulan Ramadhan?

Rukyat hilal Ramadhan

Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender hijriyah. Didahului bulan Sya’ban dan dilanjutkan dengan bulan Syawwal. Bagi kaum muslimin, bulan ini memiliki keutamaan lebih dibanding bulan lainnya. Pada bulan Ramadhan kaum muslimin melaksanakan rukun Islam ke-3, yaitu Shaum Ramadhan.

Secara historis, bulan ini termasuk istimewa. Banyak momen bersejarah terjadi di bulan ini. Antara lain wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadhan. Tepatnya pada malam Lailatul Qadar tahun 1 kenabian. Atau bertepatan dengan 610 M. Pada saat itu, Jibril turun menemui Rasulullah SAW yang menyendiri di gua Hira. Jibril menyampaikan wahyu QS. Iqra’: 1.

Al-Quran turun secara utuh dari catatan Lauhil Mahfudz pada malam Lailatul Qadar ke Baitul Izzah yang ada di langit pertama. Kemudian, Jibril menurunkan ayat-ayat Al-Quran secara bertahap sesuai situasi, sebab dan waktu yang diperintahkan kepadanya.

Kembali ke topik Ramadhan. Tahukah Anda mengapa bulan ini dinamakan dengan Ramadhan? Siapa yang memberi nama?

Nama Ramahdan sebenarnya sudah digunakan sebelum Nabi Muhammad diangkat sebagai rasul. Sebagaimana bulan-bulan lainnya, nama Ramadhan sudah digunakan oleh bangsa Arab untuk menyebut bulan ke-9 dalam penanggalan yang berdasarkan rotasi bulan. Hanya saja, saat itu belum ada kesepakatan tentang acuan nomor tahun.

Banyak teori yang dikemukakan para ahli sejarah tentang sebab penamaan bulan ini. Sebagian menyebut nama Ramadhan diambil dari akar kata ramadha (ra-ma-dha) yang berarti cuaca panas yang mencapai klimaks. Konon, masuknya bulan ini kerap bertepatan dengan musim panas yang terjadi di Jazirah Arab.

Selain itu, orang Arab kerap menamai sesuatu sesuai aktivitas yang kerap dilakukan atau ciri khas yang umum terjadi. Nah, lantaran di bulan ke-9 cuaca panas mencapai klimaksnya (ramadha) bulan ini dinamakan menjadi ramadhan.

Walaupun di tahun-tahun berikutnya, waktu masuknya musim panas terus bergeser. Tetapi nama Ramadhan tetap melekat di bulan ini. Mengacu kepada awal bangsa arab menamakan bulan-bulan di tahun berdasar hitungan bulan.

Teori lain menyebut bahwa asal penamaan Ramadhan mengacu kepada ibadah shaum. Ibadah Shaum memang tidak hanya diwajibkan bagi umat Islam saja. Dalam Al-Quran disebutkan bahwa ibadah shaum ramadhan telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya. Kaitannya dengan nama Ramadhan, bahwa shaum atau puasa membuat perut tidak nyaman dan panas. Dalam bahasa Arab, hal itu disebut dengan kata kerja ramadha. Sebagaimana kata ramadha di atas. Dari sinilah nama Ramadhan muncul.

Teori lain menyebut nama Ramadhan mengacu kepada salah satu keutamaan bulan ini. Yaitu sebagai bulan penghapus dosa atau (yumridhu adz-dzunub). Dengan menyibukkan diri dengan amal-amal shalih, membuat dosa dan kesalahan seorang hamba dihapuskan.

Selain ketiga pendapat ini masih ada pendapat lain di balik sebab penamaan bulan Ramadhan. Kendati demikian, banyak ulama cenderung menerima pendapat yang pertama. Selain itu, penamaan bulan bukan perkara yang substansial. Di samping keutamaan yang ada di bulan ini bukan karena perayaan atau kesepakatan bersama manusia kala itu. Keutamaan Ramadhan merupakan anugerah dari Allah yang turun lewat perantaan wahyu dan hadits Rasulullah SAW. Wallahu a’lam bis shawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *