Mengenal Partai Terlarang PKI di Indonesia

Simbol PKI
Simbol PKI

An-Najah.net – Perlu difahami, terlebih dahulu. Mengenal partai terlarang PKI bukan berarti untuk diikuti. Akan tetapi dikenal hakekat mereka, kemudian untuk diwaspadai. Jangan sampai PKI ini bangkit kembali di negeri ini.

Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah satu diantara partai sekuler yang menegaskan ideologi sekuler yang dianutnya yaitu komunisme. Doktrin ekstrem komunisme (marxisme) menyatakan bahwa agama adalah candu masyarakat.

Benih-benih marxisme (komunisme) di Indonesia dapat dilacak sejak kedatangan H.J.F.M Sneevlit, seorang anggota SDAP (Sociaal Democratosche Arbeiderspartij) atau partai buruh sosial Demokrat Belanda, sekitar tahun 1913.

Baca Juga : Sejarah Munculnya Komunisme di Indonesia

Mula-mula ia bekerja sebagai staf redaksi pada surat kabar Soerabajaasch Handelsblad di Surabaya. Tidal lama kemudian ia pindah ke Semarang bekerja sebagai sekretaris suatu perkumpulan dagang di kota itu, Semarangse Handdelvereniging.

Sejak kedatangannya di Indonesia ia giat mempropagandakan paham-paham sosialis-marxis. Terutama di kalangan serikat pekerja kereta api VSTP (Vereniging van Spoor en traweg Personeel) yang didirikan pada tahun 1908.

Strategi Infiltrasi Komunis

Untuk menarik massa, pada bulan Mei 1914 dengan teman-temannya bangsa Belanda yang sepaham ia mendirikan ISDV (De Indische Social Demokratische Vereniging) yang berusaha menyebarkan paham marxis. Dalam usaha memperluas pengaruhnya, mereka berusaha mempengaruhi perkumpulan-perkumpulan lain yang telah ada dan menerbitkan surat kabar. Namun, organisasi ini tidak berkembang karena tidak berakar di masyarakat.

Strategi gerakan kemudian diubah dengan melakukan kerjasama dengan gerakan lain. Mula-mula dengan insulide yang anggotanya mencapai 6000 orang pada tahun 1917. Karena tidak menguntungkan ISDV, kerjasama hanya berlangsung satu tahun.

Sasaran kemudian dialihkan kepada Sarekat Islam yang saat itu (1916) memiliki ratusan ribu anggota dan merupakan gerakan raksasa di Indonesia. ISDV melakukan penyusupan dan membentuk “Blok di dalam” dengan cara menjadikan anggota ISDV sebagai anggota Sarekat Islam. Melalui mereka pengaruh ISDV disebarkan kepada anggota-anggota SI lain dengan menjadikan mereka sebagai anggota ISDV.

Baca Juga : Tragedi Serangan PKI ke Pondok Pesantren Gontor

Dalam beberapa tahun saja, ternyata pengaruh ISDV di dalam tubuh SI meluas. Banyak anggota SI yang merangkap menjadi anggota ISDV dan terpengaruh kuat oleh paham Marxisme-komunisme. Keadaan buruk kehidupan masyarakat akibat perang dunia I semakin membuka peluang kepada ISDV mempengaruhi mereka.

Posisi ISDV di SI pun semakin kuat karena beberapa alasan.

Pertama, central Sarekat Islam (CSI) sebagai pusat koordinasi masih lemah. Kendali organisasi masih dipegang kuat oleh cabang-cabang. Oleh sebab itu, ISDV yang bergerak di cabang relatif lebih mudah untuk mempengaruhi Si dari dalam.

Kedua, kondisi kepartaian saat itu memungkinkan setiap orang merangkap keanggotaan dengan partai lain.

Dalam kondisi seperti itu Sneevlit berhasil mempengaruhi beberapa pemimpin muda SI antara lain yang paling penting adalah Semaun dan Darsono dari Si cabang Surabaya. Tidak lama kemudian Semaun pindah ke Semarang dan menjadi pemimpin SI di sana.

Perjuangan umat islam untuk memenangkan islam cukup panjang. Upaya infiltrasi sebagaimana telah dilakukan ISDV terdapat SI harus dijadikan pelajaran. Jangan sampai gerakan islam dihancurkan dari dalam karena adanya penyusupan. Umat islam jangan sampai terjatuh dalam lubang yang sama. Tugas umat ini adalah berusaha, Allah Swt yang nantinya akan menentukan hasilnya.

Ditulis : Abu Mazaya

Sumber : Tiar Anwar Bahtiar, Sejarah Nasional Indonesia Perpektif Baru

Editor : Miqdad