Menikmati Jalan Kebenaran

menikmati jalan kebenaran
menikmati jalan kebenaran

An-Najah.net – Rela menebusnya walau harus kehilangan anggota keluarga, harta bahkan nyawa. Kekukuhan mereka dalam berislam serta keyakinan mereka terhadap janji-janji Allah Ta’ala melalui lisan Rasulullah Saw begitu kuat tak tergoyahkan oleh berbagai ujian, cobaan dan guncangan. Walau harus kehilangan anggota keluarga, harta bahkan nyawa, mereka rela untuk menebusnya.

Ridho Ilahi

Hal itu ditempuh semata-mata untuk mencari keridhaan Allah Ta’ala semata. Bukan atas dasar mencari kedudukan, pujian di mata manusia. Mereka menikmati kebenaran itu walau harus menempuhnya dengan berbagai pengorbanan yang tiada terkira.

Baca juga: Gaya Hidup Yang di Ridhoi Ilahi

Janji Allah Ta’ala yang berupa keridhaan, surga dan kebahagiaan abadi di dalamnya, membuat mereka optimis dan istiqomah menghadapi apa pun yang diperbuat oleh musuh-musuh Allah Ta’ala. Oleh karenanya, Allah Ta’ala mengabadikan mereka semuanya di dalam Al-Qur’an untuk menjadi pelajaran bagi generasi selanjutnya yang akan menempuh jalan Islam yang semakin banyak tantangannya ini.

Allah Ta’ala berfirman, memberikan penghargaan kepada mereka

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (Al-Baqarah: 207)

Abu Hasan al-Qori mengatakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Shuhaib bin Sinan ar-Rumi. (Hasan al-Qori’, Mirqotul Mafatih Syarhu Miskatul Mashobih, cet. I, jilid 5, hal. 1968)

Perdagangan Yang Menguntungkan

Dikisahkan, ketika dia masuk Islam di Mekah dan hendak berhijrah ke Madinah (Yatsrib waktu itu). Orang-orang kafir Quraisy mencegah dan menghalanginya berhijrah. Orang-orang Quraisy membolehkan Shuhaib berhijrah dengan syarat meninggalkan harta bendanya untuk orang-orang kafir Quraisy.

Sesampai di Madinah Suhaib bertemu dengan Rasulullah Saw, beliau pun bersabda

رَبِحَ الْبَيْعُ أَبَا يَحْيَى ….. رَبِحَ الْبَيْعُ أَبَا يَحْيَى

Perdagangan yang amat menguntungkan wahai Abu Yahya, perdagangan yang amat menguntungkan wahai Abu Yahya.” (HR. Thabrani: 7308)

Suhaib berkata, “Wahai Rasulullah, tidak ada seorang pun yang melihat apa yang kualami.” Beliau Rasulullah Saw menjawab, “Jibril yang memberi tahuku.” Lalu turunlah surah Al-Baqarah ayat 207.

Saudaraku, kisah di atas menggambarkan sahabat Shuhaib dengan senang dan menikmati perjalanan kehidupan di atas jalan yang benar. Beliau rela meninggalkan seluruh hartanya demi meraih ridho Ilahi. Karena beliau yakin dengan surga, kebahagiaan yang abadi menantinya di akhirat sana.

Baca juga: Tips Baiti Jannati, Rumahku Surgaku

Ingatlah saudaraku, hidup di dunia hanya sementara. Ibarat seorang musafir yang singgah di bawah pohon, kemudian dia melanjutkan perjalanannya. Marilah kita siapkan bekal kita menghadap Sang Pencipta yang Maha Kuasa. Sehingga mendapatkan rahmat dan ridho-Nya. Amin. Wallahu Ta’ala ‘Alam

Penulis             : Ibnu Jihad

Editor               : Ibnu Alatas