Menjadi Pemuda Peka Zaman

Pemuda Peka Zaman
Pemuda Peka Zaman

 An-Najah.net – شُبَّانُ الْيَوْمِ رِجَالُ الْغَدِّ “Sosok Pemuda sekarang adalah sosok pemimpin dimasa depan” inilah merupakan sebuah kata-kata mutiara penggugah semangat. Peran pemuda itu sangat penting untuk keberlangsungan sebuah bangsa. Ditangan pemudalah organisasi atau bangsa itu akan menjadi baik, atau bahkan hancur.

Generasi tua menaruh besar harapan kepada para pemuda. Para pemuda menjadi pelanjut pembawa tongkat estafet perjuangan. Namun, ada sebuah keprihatinan ketika melihat pemuda sekarang sudah tidak peduli kepada urusan umat. Apalagi zaman ini merupakan zaman penuh dengan fitnah.

Mereka lebih cenderung mengikuti hawa nafsu dan berfoya-foya. Ibarat “Jauh pangang dari api” realita tidak seperti apa yang diharapkan dari generasi tua.  Para pemuda, merokok menjadi kebiasaan, minum-minuman keras menjadi kebanggaan, bahkan diperlombakan. Narkoba menjadi tempat pelarian dari permasalahan.

Penyadaran dan pembangunan jiwa pemuda agar memiliki tujuan hidup yang benar itu harus diperhatikan. Bung Karno dalam sebuah selogannya mengatakan, “Berikan aku 10 pemuda aku akan guncang dunia”. Tentu pemuda ini bukan sembarang pemuda, akan tetapi para pemuda yang sudah terbina dan terdidik dengan nilai-nilai yang benar yaitu Islam.

Pemuda, Agent Of Change

Lebih dari 1400 tahun yang lalu, Rasulullah Saw telah menyadari pentingnya kualitas pemuda. Sasaran pembinaan Rasulullah Saw tidak terbatas hanya generasi tua, akan tetapi mencakup semua. Baik generasi tua, pemuda dan juga anak-anak dibina oleh Rasulullah Saw.

Pemuda itu memiliki  potensi yang besar untuk menjadi agen perubahan (Agent of Change). Maka sangat sesuai apabila tugas besar diamanahkan ke tangan para pemuda. Sejarah telah membuktikan betapa para pemuda telah mampu mensukseskan berbagai agenda besar serta mampu mewarnai dunia.

Dalam perjuangan menyebarkan da’wah Islam yang dilakukan oleh Rasulullah Saw, maka dikenallah nama-nama tokoh pemuda. Mereka yang selalu mendampingi beliau, seperti Abu Bakar, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdur Rahman bin Auf, Saad bi Abi Waqas, Zubair bin Awwam, Zaid bin Harits, dan Bilal bin Rabah.

Mereka yang termasuk Assabiqunal awwalun (orang-orang terdahulu masuk Islam), dan sahabat-sahabat yang lain. mereka memiliki kesetiaan yang sangat kuat sehingga mampu membuat gentar para pemuka kaum, kaisar maupun raja.

Sedangkan generasi sesudahnya juga telah membuktikan betapa para pemuda mampu mewarnai dunia. Diantaranya khalifah Umar bin Abdul Aziz, beliau memerintah di masa usia yang masih sangat muda. Dengan kesederhanaannya namun beliau memiliki keberhasilan yang luar bisa dalam kepemimpinannya.

Dimasa kepemimpinan keturunan Umar bin Khattab ini,  umat Islam berada pada tingkat sangat makmur, sehingga diilustrasikan pada masa itu dokter susah sekali mendapatkan rakyat yang sakit karena tidak ada yang sakit, begitu pula orang kaya dermawan susah sekali untuk bersedekah karena tidak ada yang miskin.

Begitupula yang telah dibuktikan oleh sultan Muhammad Al Fatih yang dalam usia muda telah mampu memimpin pasukan perang dan berhasil menaklukan kota Konstantinopel. Juga yang dilakukan oleh sultan muda legendaris Salahudin Al Ayyubi yang dengan keberanian dan keimanannya mampu mengalahkan tentara salib serta merebut tanah Baitul Maqdis, Palestina.

Dalam sejarah perjuangan Indonesia pula banyak sekali yang membuktikan bahwa para pemuda muslim sangat berperan penting dalam upaya memperjuangan kemerdekaaan. Para pemuda kita telah berani berkorban dan mempertaruhkan nyawa mereka untuk berperang melawan penjajah Spanyol, Portugis, Belanda, Inggris, maupun Jepang .

Para pemuda pulalah yang telah berusaha dan berkorban untuk mewujudkan terjadinya reformasi, ditandai dengan tumbangnya rezim orde baru pada tahun 1998. Sehingga terjadi perubahan besar di negara Indonesia.

Beberapa bukti di atas sudah seharusnya menjadikan para pemuda muslim hari ini untuk menyadari akan kekuatannya. Dan hal ini hendaknya mampu menggugah semangat mereka untuk segera bangkit dari ketertinggalan ke arah kemajuan.

Saatnya Bangkit

Umat Islam pernah memiliki latar belakang sejarah keemasan pada waktu dahulu. Sejak terbentuknya negara islam di Madinah yang yang dipimpin langsung oleh Rasulullah, dilanjutkan beberapa zaman sesudahnya yaitu kekhalifahan khulafaurrasyidin, pemerintahan bani Umayyah, Bani Abbasiyah, kerajaan islam Andalusia, dan kerajaan Turki Usmani.

Umat Islam pada masa itu menjadi pusat peradaban dan menjadi kiblat ilmu pengetahuan. Umat Islam pada masa itu pula hidup mulia dan terhormat disegani oleh semua penduduk dunia.

Maka sudah saatnya generasi muda Islam untuk segera bangkit, karena para pemuda muslim mempunyai tanggung jawab besar untuk memulai perjuangan. Sudah terlalu lama umat Islam berada dalam kemunduran. Umat Islam sudah tidak sepatutnya untuk tetap terlena, umat Islam harus menyiapkan segalanya untuk bangkit.

Diantaranya tentu saja harus berkaca dari pengalaman sejarah, seperti bagaimana generasi terdahulu mampu mencapai kemenangan dan kegemilangan. Semangat juang untuk mengangkat kalimatullah harus kembali dihidupkan pada diri setiap pemuda muslim.

Generasi muda Islam masa kini haruslah berpegang teguh pada ajaran al Qur’an dan as sunnah supaya memiliki kekuatan dan keimanan yang teguh serta mempunnyai panduan dalam berjuang.

Para pemuda muslim tidak perlu ragu terhadap keberhasilannya, karena Allah telah menjanjikan kejayaan bagi umat Islam, hanya saja waktunya yang belum diketahui. Namun pasti cepat atau lambat kejayaan Islam akan tercapai. Pemuda muslim harus selalu ingat bahwa Allah akan selalu menolong mereka selama mereka mau menolong agama Allah. Sebagaimana yang dinyatakan di dalam al Qur’an: “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS.Muhammad: 7).

Penulis : Anwar Ihsanuddin S.Pd

Editor : Abu Mazaya