Browse By

Mensingkronkan Potensi Umat, Memenangkan Islam

Persatuan Umat Islam, Kunci Kejayaan Islam

Persatuan Umat Islam, Kunci Kejayaan Islam

An-Najah.net – Potensi kebangkitan Islam di Indonesia banyak. Terutama SDA. Tinggal mengkader SDM-nya. Serta Memaksimalkan dakwah untuk menyadarkan masyarakat. Baik masyarakat pedesaan, lebih-lebih kaum elit yang tinggal di perkotaan. Mereka yang tinggal di perkotaan, sangat cepat mengadakan perubahan.

Dakwah ini untuk merubah dan agar mereka rindu kepada Islam. Selalu berangan-angan hidup di bawah naungan syariat Islam. Sebab, kebodohan dan pembodohan terhadap Islam, menjadikan masyarakat Islam sebagai batu sandungan pertama dalam menegakkan Syariah.

Di sisi lain, sudah saatnya gerakan-gerakan Islam serta para tokohnya, mendesain kaderisasi dan lembaga yang melahirkan para pemimpin. Bukan sekedar orang-orang yang berilmu, namun tidak memiliki jiwa dan karakter pemimpin.

Jihad Dalam Bimbingan Ulama

Tentunya mempersiapkan ulama yang akan membimbing umat harus menjadi program utama. Sebab, perjuangan tanpa bimbingan ulama, akan mengalami kehancuran.

Dalam menyatukan masyarakat Islam dari berbagai gerakan Islam, tidak ada jalan lain kecuali menjelaskan prinsip-pinsip pokok ahlu sunnah wal Jama’ah yang telah disepakati oleh ulama ahlu sunnah wal jama’ah.

Sementara permasalahan-permasalahan bersifat furu’iyyah cukuplah dipegang oleh masing-masing pribadi muslim atau jamaah-jamaah atau ormas-ormas Islam. Tidak dipaksakan kepada selainnya. Sebab, itu adalah memunculkan fitnah dan perpecahan.

Syaikh alAllamah alMuhaddits Abdul Aziz At-Thuraifi – فك الله أسره – menegaskan,

“Tidak ada kewajiban yang lebih utama bagi seorang muslim, setelah tauhid, melebihi kewajiban berijtima’ (bersatu). Jika ada perpecahan yang mengakibatkan dikuasainya muslimin oleh musuh, pasti lahir dari cinta dunia. Walaupun mengatasnamakan agama (dien).”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -رحمه الله – memberikan prinsip-pinsip dalam menyatukan umat Islam,

“Kewajiban kita adalah berpegang teguh pada prinsip-pinsip pokok Ahlu Sunnah wal jama’ah, yang disepakati oleh ulama ahlu sunnah.”

Adapun dalam masalah furu’iyyah, prinsipnya ada dua:

Pertama: Jika kita mampu menyelesaikannya, silahkan selesaikan masalah furu’iyyah ini. Syaratnya: memiliki ilmu yang mendalam dan bijak dalam menyelesaikan perbedaan.

Kedua: Jika tidak memiliki ilmu dan kemampuan, biarlah mereka, umat Islam bersikap pada furu’iyyah sesuai keyakinannya, seraya bersepakat dalam prinsip-prinsip pokok.” (Dinukil dari kitab Ats-Tsawabit wal Mutaghoyyirat, Syaikh Prof Dr Solah Showi )

Ini hanyalah sebuah usulan yang paling memungkinkan untuk dilaksanakan. Tentunya, di sana masih ada jalan lain yang bisa menyatukan hati dan potensi ummat.

Penulis : Mas’ud Izzul Mujahid

Editor : Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *