Menundukkan Pandangan, Obat Penawar Kemaksiatan

Menundukkan pandangan
Menundukkan pandangan

An-Najah.net – Menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga kemaluan. Sehingga dalam firman-Nya An-Nur: 30 Allah Ta’ala terlebih dulu menyebutkan perintah untuk menahan pandangan mata daripada perintah untuk menjaga kemaluan.

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30).

Jika seseorang mengumbar pandangan matanya, maka dia telah mengumbar syahwat hatinya. Sehingga mata pun bisa berbuat durhaka karena memandang, dan itulah zina mata.

Baca juga: Pandangan, Salah Satu Pintu Kemaksiatan

Rasulullah Saw pernah bersabda, “Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata adalah dengan melihat (yang diharamkan), zina hati adalah dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu (HR. Al-Bukhari: 6243)

Manfaat Menjaga Pandangan

Ibnul Qoyyim Banyak sekali manfaat yang bisa dipetik dari ghadhdhul bashar ini, di antaranya adalah:

Pertama, menjalankan perintah Allah Ta’ala yang merupakan inti dari kebahagiaan hamba dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Kedua, mencegah sampainya pengaruh anak panah yang beracun.

Ketiga, menjadikan hati dekat dengan Allah Ta’ala. Sebab, mengumbar pandangan akan memecah hati dan menjauhkan hati dari Allah Ta’ala.

Keempat, meneguhkan dan menghibur hati. Sebaliknya, mengumbar pandangan akan melemahkan dan menyebabkan kesedihan hati.

Kelima, melahirkan cahaya di dalam hati. Sebaliknya, mengumbar pandangan bisa menyebabkan hati menjadi gelap gulita.

Keenam, melahirkan firasat yang benar yang bisa membedakan antara yang benar dan yang batil.

Ketujuh, menjadikan hati teguh dan berani.

Kedelapan, mencegah masuknya setan ke dalam hati karena setan masuk dan menembus ke dalam jiwa bersamaan dengan pandangan.

Baca juga: Waspada, Banyak Wali Setan Berkeliaran!‎

Kesembilan, memberikan kesempatan bagi hati untuk berpikir mengenai berbagai kemaslahatannya. Sebaliknya, mengumbar pandangan bisa menimbulkan lupa akan hal itu serta menjadi penghalang untuk meraihnya.

Kesepuluh, di antara hati dan mata itu terdapat jalan masuk yang menghubungkan antara keduanya. Jika salah satunya baik, maleyang lain akan menjadi baik pula; danjika salah satunya buruk, maka yang lainjuga rusak.Jika hati rusak, pandangan turut rusak. Demikian juga, jika pandangannya rusak, hatinya turut rusak pula. (Ibnu Qoyim al-Jauziyah, ad-Dau Wad Dawa’, cet. I, hal. 415)

Semoga Allah Ta’ala selalu membimbing kita di jalan-Nya hingga akhir hayat. Memberikan keteguhan ke dalam hati kita untuk dapat menundukkan pandangan mata kita dari yang haram dan menjauhkan kita dari berbagai fitnah yang dapat merusak keimanan kita. Amiin. Wallahu Ta’ala ‘Alam [] Ibnu Jihad