Menyibukkan Hati Dengan Hal yang Dicintai, Obat Penawar Maksiat

Menyibukkan hati dengan hal yang dicintai
Menyibukkan hati dengan hal yang dicintai

An-Najah.net – Hati yang benar penuh dengan tauhid dan tawakkal, yaqin dan penuh taufiq, ilmu dan iman dan terus memandang-Nya penuh taqarrub.

Islam mengatur segala permasalahan duniawi termasuk urusan cinta. Dalam Islam, cinta adalah hal yang halal dan diridhoi selagi cinta tersebut dalam jalur Islam. Cinta yang sejati adalah cinta kepada-Nya dan cinta karena-Nya.

Baca juga: Syariat Ilahi Harga Mati

Sesungguhnya, jiwa tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintai kecuali karena ada hal lain yang jauh lebih dicintainya daripada yang ditinggalkannya. Atau khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan yang bisa membahayakan dirinya karena bisa menghilangkan sesuatu yang dicintainya itu.

Ingatlah Dua Hal Sebelum Bertindak

Dalam keadaan seperti ini, seseorang membutuhkan dua hal. Jika ia sampai kehilangan keduanya, atau salah satunya, maka hal itu tidak akan berguna lagi baginya.

Pertama, pandangan hati yang benar. Dengan pandangan hati yang sebenarnya bisa membedakan antara tingkatan-tingkatan sesuatu yang dicintainya dan sesuatu yang dibenci. Dengan demikian, ia bisa mengutamakan atau memilih yang paling tinggi nilainya untuk ia cintai daripada yang lebih bawah nilainya. Demikian juga, jika terpaksa, ia akan mengemban risiko yang lebih ringan di antara hal-hal yang tidak ia sukai.

Kedua, kekuatan tekad dan kesabaran yang memungkinkannya melakukan atau meninggalkan suatu perbuatan karena Allah Ta’ala.

Baca juga: Kekalkan Cintamu Kepada Allah

Saudaraku, kerjakanlah hal yang kau cintai karena Allah Ta’ala, niscaya didalamnya akan berbuah manfaat dan keberkahan. Namun, jika kita berbuat menuruti hawa nafsu semata, maka celaka dan murka-Nya sudah menunggu di depan mata.

Semoga Allah Ta’ala selalu membimbing kita di jalan-Nya hingga akhir hayat. Sehingga segala perbuatan kita didasari dengan cinta kepada Allah Ta’ala. amin. Wallau Ta’ala ‘Alam [] Ibnu Alatas