Mesir Kecam Kapal Perang Iran, Masuk Perairan Yaman Perang Lawan Pasukan Koalisi

Kapal perang iran
Kapal perang iran

Kairo (an-najah) – Militer Mesir mengancam Iran yang telah mengirim kapal perangnya ke Teluk Aden dan Selat Bab el Mandeb, kamis (9/4). Kapal perang bertujuan membantu syiah hautsi di Yaman.

“Jika kapal perang Iran datang untuk menetap di perairan internasional maka hal tersebut tidak mengapa. Tetapi jika mereka memasuki wilayah perairan Yaman, hal itu berarti Iran telah memutuskan untuk memasuki perang melawan pasukan koalisi ‘Ashifatul Hazm. Dan jika mereka mengancam pelayaran di Selat Bab el-Mandeb, itu berarti Iran menantang perang terhadap dunia. Itulah kata-kata ancaman yang diucapkan oleh Ahli militer Mesir.

Ahli militer Mesir juga meremehkan aksi Iran yang mengirim kapal perang mereka ke Teluk Aden dan Selat Bab el Mandeb. Mereka menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan tersebut hanyalah sebuah bentuk unjuk kekuatan dan keinginan Iran untuk memprovokasi pasukan koalisi di Yaman. Mereka tidak akan berani memasuki wilayah perairan Yaman atau Selat Bab el Mandeb, mereka hanya akan berada di perairan internasional, guna mengamankan pelayaran kapal Iran dari bajak laut Somalia yang sudah beroperasi sejak tahun 2009.

Dengan nada mengejek, militer Mesir mengatakan bahwa kedatangan kapal perang Iran di sana hanyalah untuk menjamu tamu, atau mungkin untuk menangkap ikan dan udang.

Mayjen. Hossam Suwailem mantan direktur Pusat Studi Strategis tentara Mesir menegaskan kepada “Arab News” bahwa Iran tidak memiliki kepentingan di Selat Bab el Mandeb atau Teluk Aden bahkan pengiriman kapal perang tersebut merupakan keputusan yang prematur dari pemerintah Iran.

Juru bicara koalisi ‘Ashifatul Hazm Brigadir Ahmed Asiri menjelaskan bahwa ia tidak akan mengijinkan negara atau kelompok manapun memberikan pasokan kepada kelompok Syi’ah Houthi.

Mayjen. Suwalim menambahkan bahwa dalam beberapa hari ini kelompok Syi’ah Houthi dukungan Iran telah melakukan kekacauan tehadap kapal-kapal Mesir di Selat Bab el-Mandeb. Angkatan Laut Mesir menanggapi dengan keras dan mengirimkan pasukan angkatan laut yang besar untuk mengamankan kontrol Houthi dan melindungi pelayaran internasional.

Mayor Jenderal Mahmoud Khalaf menegaskan kepada “Arab News” bahwa Selat Bab el Mandeb merupakan jalur pelayaran global Yang berpartisipasi dalam mengamankan kebutuhan internasional. Karena 77% dari perdagangan dunia melewati selat tersbut, dan setidaknya 4 juta barel minyak melewatinya, maka tidak ada kata santai bagi Iran untuk menguasainya.

Khalaf mengatakan bahwa disana terdapat pengkalan udara dan tentara AS tersebar di Djibouti, dan beberapa negara Tanduk Afrika, yang mampu melakukan intervensi cepat untuk melindungi Selat global dan menggagalkan setiap usaha yang mengganggu pelayaran, selai itu di sana juga terdapat kekuatan Perancis, Kanada dan lainnya. Oleh karena itu tidak satu kekuatan baik iran maupun yang lain dapat mengirim kapal ke selat atau mencoba untuk mengontrolnya.

Mantan asisten Menteri Pertahanan Mesir, Brigadir Nabil Fouad menegaskan bahwa Mesir siap untuk menghadapi setiap serangan Iran di wilayah perairan Yaman dan Selat Bab el Mandeb, baik sendiri atau dengan partisipasi dari pasukan koalisi.

Ancaman media garda revolusi bahwa Teheran mengirimkan kapal perang ke Teluk Aden dan Bab al-Mandab tidak memiliki akurasi dan realitas. Iran berhak untuk mengirim kapal perangnya ke perairan internasional sebagaimana yang disiarkan oleh kantor berita “Fars” dan hal ini diperbolehkan, tetapi jika mereka memasuki wilayah perairan Yaman, maka ini merupakan sebuah pelanggaran dan merupakan isyarat perang terhadap pasukan koalisi. (Ahsan/annajah)