MUI; Majalah Charlie Hebdo Lecehkan Nabi Muhammad Lagi, Pancing Kemarahan Umat Islam

Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Jakarta (An-najah.net) – Serangan senjata yang menewaskan 10 orang redaksi majalah Perancis Charlie Hebdo, ternyata tidak menyurutkan majalah itu menghina kembali Nabi Muhammad SAW. Charlie Hebdo untuk kesekian kalinya, menampilkan sosok yang dianggap “Nabi Muhammad” di sampul depannya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri, KH. Muhyidin Junaidi menilai tindakan Charlie Hebdo sudah masuk tahapan teori konspirasi. Menurutnya, ada pihak-pihak yang tidak senang kepada Islam di Eropa.

“Mungkin saja ada kelompok-kelompok pendana membuat suasana semakin tidak kondusif di Benua Eropa, sekaligus memancing kemarahan dari umat Islam di barat dan dunia International,” katanya kepada Kiblat.net, pada Selasa (13/01) di Kantor MUI Pusat, Jl.Proklamasi no.51, Jakarta Pusat.

Menurutnya, teori konspirasi sangat terbuka luas untuk melihatnya sebagai rekayasa. Dia pun meminta umat Islam di Eropa untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.

“Karena, kalau terprovokasi justru dapat merusak citra Islam di mancanegara,” ungkapnya.

Dia melihat ada kejanggalan dalam kasus ini, provokasi Charlie Hebdo menurutnya bertepatan dengan upaya Palestina mengajukan diri menjadi anggota International Criminal Court (ICC).

“Jangan-jangan ini salah satu upaya negara Yahudi dan antek-anteknya untuk menggagalkan Palestina untuk menjadi anggota ICC,” tuturnya.

Seperti diketahui, Charlie Hebdo kembali meluncurkan terbitan perdana pasca serangan bersenjata yang menewaskan 12 orang, termasuk pemimpin redaksi Stephane Charbonnier dan tiga kartunis senior mereka, Jean Cabut, Bernad Velhac, dan Georges Wolinski.

Dalam edisi terbarunya ini, Charlie Hebdo menampilkan sosok Nabi Muhammad dengan wajah sedih sedang meneteskan air mata dan memegang tulisan “Je Suis Charlie” (Kami adalah Charlie). Slogan yang digunakan untuk menolak aksi kekerasan untuk menanggapi kartun penghinaan Nabi yang dibuat Charlie Hebdo.

Lebih dari itu, di atas sosok yang menggunakan sorban putih ini, tertera tulisan “Tout Est Pardonne”, yang berarti “Semua telah dimaafkan”. (Anwar/kiblat/annajah)