Munarman: Kembalikan Standar Kebaikan pada Islam!

Munarman, SH dalam Talkshow di Masjid Baitul Makmur, Solo Baru, Ahad (23/06). [foto: Syam Organizer]
Munarman, SH dalam Talkshow di Masjid Baitul Makmur, Solo Baru, Ahad (23/06). [foto: Syam Organizer]

SOLO (an-najah) – Diskriminasi dan penindasan atas kaum muslimin di Indonesia sudah berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. Bahkan, hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Namun terjadi di seluruh jagad raya ketika Islam dalam kondisi yang sangat lemah.

Pada talkshow bertajuk “Diskriminasi HAM terhadap Umat Islam di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Spirit Organizer di Masjid Baitul Makmur, Solo Baru pada Ahad, (23/06).  Munarman, S.H selaku pembicara pada kesempatan tersebut menguraikan tentang asal usul dari istilah HAM yang justru ‘diperkenalkan’ oleh kaum Yahudi.

Pada dasarnya istilah HAM muncul dari illuminasi (pencerahan) orang-orang Yahudi dahulu yang berada pada level masyarakat kelas 4. Mereka merasa banyak hak-hak mereka yang terabaikan, Maka mereka menyusun 3 langkah strategis yaitu membangun dunia baru, menyerang ummat islam dari arah pinggiran, menyerang ummat islam dengan pemikiran. Sehingga tidak heran jika ada ummat Islam yang baik ibadahnya, namun rusak pemikirannya dan justru membenci Islam.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang ini juga menyatakan ada 2 pekerjaan besar ummat Islam.  Pertama, agar umat memberikan pembelaan terhadap ummt islam yang mendapatkan perlakuan zalim persis sebagaimana yang disampaikan pembicara sebelumnya, Fahmi Suwaidi. Yang kedua, mengembalikan standar kebaikan kepada Islam.

Tepat pukul 11.45 acara diakhiri, dan kaum muslimin membawa dua kewajiban besar sebagaimana diungkapkan oleh kedua pembicara tersebut. (fajar/syamorg/annajah)