Musibah Sarana Ujian Keimanan

Musibah bencana di Indonesia
Musibah bencana di Indonesia

An-najah.net – Musibah datang silih berganti. Belum selesai penderitaan masyarakat Banjarnegara tertimpa tanah longsor, terdengar kembali berita duka pasar Klewer kebakaran. Kemudian terbaru, bahkan menjadi sorotan dunia hilangnya pesawar Air Asia QS8501 di laut.

Namun, sebagai orang beriman harus menyadari bahwa hidup didunia ini merupakan sebuah ujian. Ujian itu ada yang menyenangkan dan adapula yang menyusahkan. Hal ini, seperti keyakinan orang beriman bahwa semua kejadian yang terjadi dimuka bumi ini merupakan sebuah takdir illahi.

Allah Swt berfirman :

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (22) لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (23)

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lohmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(22) (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Al Hadid : 22 – 23)

Takdir itu ada dua takdir yang baik dan takdir yang buruk. Maka ketika seorang beriman tertimpa takdir yang baik dia harus senantiasa bersyukur kepada allah. Bentuk syukur ini sebagai wujud terimakasih kepada allah. Bahkan kalau dia mau bersyukur maka Allah akan menambahkan kenikmatannya kepada dia.

Sebaliknya, ketika seorang beriman tertimpa musibah yang tidak menyenangkan. Maka, hendaklah dia senantiasa mengedepankan kesabaran. Bahkan kalau bisa dia ridha atas musibah itu, lebih bagus lagi sampai tingkatan bersyukur atas musibah yang menimpanya. Dengan jalan semua ini Allah akan senantiasa memberikan hidayah kepadanya. Bisa pula Allah menggantikannya dengan ganti yang lebih baik dari seseuatu yang hilang darinya.

Allah Swt telah memberikan kabar gembira ketika seseorang tertimpa musibah dan dia mau menjadi orang beriman.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (11)

Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(11) (QS. At Taghabun : 11).

Hakekat sebuah musibah itu bisa jadi sebagai adzab bagi mereka yang suka melakukan kemaksiatan. Atau bisa juga musibah itu sebagai ujian bagi mereka yang beriman. Jika dia lulus maka akan membuat semakin kuat imannya. Bagi yang tidak tertimpa musibah itu bisa menjadi sebuah pelajaran. (Abu Khalid/annajah)