Musuh Allah, Musuh Muslim

Musuh Allah musuh muslim
Musuh Allah musuh muslim

An-Najah.net – Tidak selalunya persaudaraan, persahabatan, atau perdamaian itu baik, sebagaimana pula tidak selamanya permusuhan itu buruk. Ada perdamainan yang terlarang, seperti halnya ada permusuhan yang justru diwajibkan. Semua tergantung sebab-sebab yang menjadi alasannya.

Sepanjang persaudaraan dan permusuhan itu muncul dan tegak di atas ketentuan yang Allah Ta’ala dan Rasul-Nya tetapkan, itu adalah bagian dari ibadah.

Baca juga: Beginilah Dinamika Kehidupan Ummat Islam Dengan Musuhnya

Berlepas diri dan memusuhi orang kafir adalah kewajiban yang merupakan kesempurnaan Iman. Sedangkan terhadap sesama muslim, harus ada saling kasih sayang, kelemah-lembutan, pembelaan dan kesetiaan. Karena orang kafir adalah musuh-musuh Allah Ta’ala, sedangkan orang-orang mukmin adalah wali-wali-Nya.

Permusuhan Abadi

Mengapa ada permusuhan? Tidak lain karena orang-orang kafir adalah musuh Allah Ta’ala sepanjang zaman. Itu karena mereka hendak menghalangi manusia dari jalan Allah Ta’ala, ingin memadamkan cahaya kebenaran, menentang para Rasul dan mengendaki kesesatan.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَشَاقُّوا الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا وَسَيُحْبِطُ أَعْمَالَهُمْ

“Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka. ” (QS. Muhammad: 32)

Baca juga: Permusuhan Abadi Antara Muslim dan Kafir

Allah Ta’ala juga berfirman,

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempumakan cahaya-Nya, walau orangorang kafir membencinya”. (QS. Ash-Shaff: 8)

Janji Allah Ta’ala telah jelas tertera dalam Al-Qur’an, bahwa mereka -kaum kafir dan munafik- tidak akan pernah bisa memadamkan cahaya Islam sampai kita mengikuti agama mereka. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

Orang-Orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka. ” (QS. Al-Baqarah: 120)

Hal itu berlangsung dari generasi ke generasi. Mereka senantiasa menolak syariat dan bersikap keras dalam permusuhan terhadap orang-orang yang menyeru kepada kebenaran.

Permusuhan mereka tiada henti, meski ketika lemah sekalipun. Saat kuat mereka mengganas layaknya hewan buas dan mematikan, tatkala lemah mereka licik dengan segala tipu dayanya. Kecuali, kemauan mereka sepenuhnya dituruti. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُون

Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang mur’tad di antara kamu dari agamanya, Ialu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang siasia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghum’ neraka, mereka kekal di dalamnya. ” (Al Baqarah : 217)

Umat Islam Harus Bersatu

Saudaraku, musuh-musuh Allah Ta’ala tidak akan berhenti memadamkan cahaya Allah Ta’ala atau memerangi kaum muslimin sampai mereka murtad dari agamanya. Maka tidak ada kata lain, umat Islam harus segera sadar akan makar-makar musuh-musuh Allah Ta’ala. Baik dari kalangan orang-orang kafir, munafik, Syiah ataupun pihak-pihak yang tidak ingin umat Islam bangkit dari keterpurukan. Maka, sudah saatnya umat Islam bersatu menghadapinya.

Baca juga: Bersatu di Atas Kebenaran

Islam itu haq (benar), dan musuh Allah adalah batil. Semua yang melawan eksistensi Islam berarti adalah sebuah kebatilan. Keadaan umat Islam yang jauh dari diennya, akan dimanfaatkan para musuh untuk melemahkannya. Peningkatan kualitas iman dan ketakwaan, sekaligus bersatunya kaum muslimin akan menjadi penentu kemenangan dan kejayaan Islam di masa depan.

Jadikan Al-Quran dan As-Sunnah serta pemahaman para salafus shaleh sebagai pedoman menjalani gelombang fitnah hari ini. Semoga Allah Ta’ala selalu membimbing kita di jalan-Nya yang benar dan mengumpulkan kita dengan para rasul, nabi dan salafus shaleh, amin. Wallahu Ta’ala ‘Alam [] Ibnu Alatas