Mu’tazilah Kekinian Yang Bersifat Dajjal

dajjal
dajjal
An-Najah.net – Paham liberal sesat menyesatkan. Bila kita melihat di era kekinian, ada gerakan ‎dan pemahaman sebagaimana pemahaman Mu’tazilah yang mengedepankan serta membangga-‎banggakan akal dalam berhukum. Dengan selogan gerakan pembaharu, gerakan pembebasan atau ‎sejenisnya. ‎

Sifat Dajjal

Maka benarlah nubuwah Nabi Muhammad Saw, yang telah mengkabarkannya 14 abad silam, ‎Beliau bersabda: ‎
يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ، يَأْتُونَكُمْ مِنَ الْأَحَادِيثِ بِمَا لَمْ تَسْمَعُوا أَنْتُمْ، وَلَا آبَاؤُكُمْ، فَإِيَّاكُمْ وَإِيَّاهُمْ، لَا يُضِلُّونَكُمْ، ‏وَلَا يَفْتِنُونَكُم
‎“Akan terdapat di akhir umatku ini para dajjal pendusta, mereka datang kepada kalian dengan ‎hadits-hadits yang tidak pernah didengar oleh kalian dan juga bapak-bapak kalian. Maka ‎menjauhlah kalian dari mereka dan jauhkanlah mereka dari kalian. Jangan sampai mereka ‎menyesatkan dan memfitnah kalian.” (HR. Muslim: 7)‎

Ulama hadits dalam menjelaskan maksud kalimat ‘Dajjal’ di atas adalah sifatnya, bukan dajjal ‎secara hakiki (makhluknya). Sebagaimana perkataan Nuruddin al-Qori’, “Mereka yang ‎menyerupai (sifat) dajjal dengan makar dan tipu muslihat yang mereka buat” (Nuruddin al-Qori’, ‎Mirqotul Mafatih Syarhu Miskatul Mashobih, cet I, Jilid 1, hal. 239)‎

Saudaraku, para “Dajjal” hari mereka semuanya pintar dan jenuis. Mereka bertitel-titel baik SI, S ‎II, S III, dan itu wajar, bagaimana mereka akan membodohi umat sedangkan mereka bodoh! ‎Mereka akan senantiasa berdusta dalam urusan agama guna menyesatkan umat Islam. ‎
Pemikiran-pemikiran mereka rata-rata dipengaruhi oleh pemikiran Barat yang serba rasional (logis, ‎cocok dengan akal).. Mereka berusaha menafsirkan nas-nas syari disesuaikan dengan akalnya. ‎Sehingga penyampaian mereka logis secara sekilas, namun bila dikembalikan ke nas-nas syari, ‎pemahaman mereka banyak yang menyimpang jauh. ‎

Semuanya ini adalah imbas mendewakan akal. Yang paling berbahaya dari pemikiran Mu’tazilah ‎hari ini adalah usaha mereka untuk merubah hukum-hukum syari yang terdapat dalam kitab dan ‎sunnah yang mereka sebut dengan dekonstruksi syariat Islam. ‎

Maka dihapuslah hukuman murtad dalam Islam, kewajiban jihad, pelaksanaan hukuman had dan ‎yang lainnya. Apalagi tema-tema tentang hijab wanita muslimah, poligami, emansipasi, ‎perceraian, serta warisan. Mereka perjuangkan pemikiran-pemikiran tersebut mati-matian dan ‎meminta pada umat Islam untuk menimbang haI-hal tersebut dengan akal mereka.‎

Mereka Membawa Misi

Saudaraku, ingatlah bahwa mereka para liberalis mempunyai misi tertentu, tidak lain hayalah ‎untuk menghadang (tepatnya rnenghancurkan) gerakan Islam fundamentalis (penganut gerakan ‎keagamaan yang bersifat kolot). Kelompok keagamaan yang militan dan bisa menjadi dominan. ‎Sebab pandangan keagamaan yang militan biasanya menimbulkan ketegangan antar kelompok-‎kelompok agama yang ada. Yang mengakibatkan visi mereka terhambat.‎
Yang dimaksud dengan Islam Fundamentalis yang menjadi lawan firqah liberal adalah orang ‎yang memiliki lima cirri-ciri:‎
Pertama, Mereka yang digerakkan oleh kebencian yang mendalam terhadap Barat. Kedua, ‎Mereka yang bertekad mengembalikan peradaban Islam di masa lalu dengan membangkitkan ‎kembali masa lalu itu. Ketiga, Mereka yang bertujuan menerapkan syariat Islam. Keempat, ‎Mereka yang mempropagandakan bahwa islam adalah agama dan negara. Kelima, Mereka yang ‎menjadikan masa lalu sebagai penuntun (petunjuk) untuk masa depan. (Muhammad Imarah, ‎Perang Terminologi Islam Versus Barat, terjemahan Musthalah Maufur, Rabbani Press, Jakarta ‎‎1998, hal 75)‎

Waspadahal !‎

Saudaraku kita harus waspada, karena orang liberal itu lebih berbahaya dari pada orang kafir. ‎Karena masih mungkin orang kafir itu mendapatkan hidayah dan masuk Islam. Sedangkan ‎bahaya orang liberal adalah bisa menjadi menghambat dapatnyan hidayah.‎

Sehingga apabila ada orang kafir yang mau masuk Islam dia akan berkata, “ngapain masuk Islma ‎karena semua agama itu sama!”, sehingga orang kafir tersebut tidak jadi berislam. Ini adalah salah ‎satu contoh yang riil yang terjadi di lapangan.‎

Banyak pemahaman yang secara dasar sejalan dengan pemahaman Mu’tazilah. Pemikiran ini terus ‎berkembang. Dari sini keuntungan penguasa untuk menancapkan kekuasaannya dengan ‎memanfaatkan pemahaman Mu’tazilah guna memupus gerakan-gerakan Islam terutama yang ‎mengusung penegakan syariat. Wallahu Ta’ala ‘Alam
Penulis ‎: Ibnu Jihad‎
Editor  ‎: Ibnu Alatas‎