Nikah Siri, Spirit Perlawanan Kaum Tertindas

an-najah.net __ Hampir semua tau apa itu nikah siri. Tapi hanya sedikit yang tau, siapa yang nempopulerkan istilah ini.

Nikah siri adalah istilah yang disematkan oleh penjajah Belanda kepada pribumi yang tidak mencatat pernikahan mereka di departemen yang telah disediakan oleh Belanda.

Artinya pernikahan dianggap resmi jika tercatat di departemen Belanda.

Snouck Hurgronje merekomendasikan kepada Belanda, agar mencatat setiap pernikahan orang orang pribumi.

Snouck Hurgronje yakin, bahwa radikal Islam berawal dari keluarga. Dan hubungan para militan Islam diperkuat dengan kekeluargaan.

Maka muncullah gerakan anti pencatatan perikanan. Karena dianggap terlalu ikut campur dalam urusan pribadi seseorang. Dan menjadi sarana memata-matai gerakan Islam.

Belanda tidak habis akal. Dimunculkanlah imec negatif pada pelaku nikah siri. lelaki yang tidak ingin mencatat pernikahannya adalah lelaki yang tidak serius dan tidak memiliki tanggung jawab.

Lambat laut, istilah nikah siri semakin terkenal. Dan akhirnya pandangan masyarakat mulai dapat dikendalikan. Dengan suka rela mereka melakukan pencatatan pernikahan mereka. Walaupun dengan bayaran yang mahal.

Pada awalnya Nikah siri menjadi lambang militansi seorang aktivis untuk melawan penjajah. Namun akhir akhir ini, nikah siri digunakan sebagian aktivis untuk menikah lagi.

Biaya nikah yang mahal adalah warisan penjajah Belanda. jika ada yang berkata, “biaya nikah mahal tidak ada yang protes, kenapa STNK mahal malah ribut.” kita katakan, “akan ada masanya biaya nikah akan didemo.” Karena seharusnya pemerintah memberikan bantuan kepada pasangan yang ingin menikah.

Oleh : Sahlan Ahmad

Disadur dari Lapsus Syamina edisi Januari 2017