Nubuwat Kehancuran Negara Israel

Negara Israel
Negara Israel

An-Najah.net – Ketika kita mengaku sebagai  orang beriman kepara rasul. Pengakuan ini bukan tanpa makna. Akan tetapi, ada sebuah tuntutan dari iman kepada rasul adalah tashdiiquhu fiimaa akhbara (membenarkan apa yang dikhabarnya). Berita akhir zaman yang dikabarkan Rasulullah Saw pasti benarnya, tugas kita adalah percaya. Diantara nubuwat akhir zaman adalah kehancuran negara yahudi Israel.

Baca Juga : Doa Sejoli Penghancur di akhir zaman

Allah Swt berfirman :

 “Dan Telah kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi Ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. (4) Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana. (5) Kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.(6) Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.(7) Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya kami kembali (mengazabmu) dan kami jadikan Neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.”(8) ( QS al-Israa’ :4-8)

Dalam ayat-ayat diatas diterangkan, Bani Israel akan berbuat kerusakan yang besar di bumi sebanyak dua kali. Pada kerusakan pertama, mereka dihancurkan dan dikuasai oleh hamba-hamba Allah yang perkasa dan keras.

Kemudian Bani Israel bisa menyusun kembali kekuatan mereka dan hidup seperti sediakala. Lalu mereka berbuat kerusakan besar lagi, dan kembali mereka dihancurkan oleh hamba-hamba Allah yang perkasa. Musuh akan menghinakan mereka, menguasai baitul Maqdis (bumi Palestina) dan membuat kerusakan besar.

Baca Juga : Belajar dari anak Palestina

Kerusakan Pertama dan Kedua

Bani Israel dikenal sebagai bangsa yang suka berbuat kerusakan. Mengenai kerusakan pertama, para ulama tafsir telah bersepakat bahwa hal itu telah terjadi di masa yang lampau. Hanya saja mereka berbeda pendapat tentang siapa sosok hamba-hamba Allah yang mengalahkan dan menghancurkan Bani Israel itu.

Menurut Ibnu Abbas dan Qatadah mereka adalah Jalut dan tentaranya. Menurut Sa’id bin Jubair mereka adalah Sanharib raja Maushil (Irak). Menurut Hasan Al Bashri adalah kaum ‘Amaliqah. Sedangkan menurut Mujahid dan sebagian ulama lain adalah Nebukhadnezar raja Babilonia.

Para ulama juga berbeda pendapat tentang kapan perusakan Bani Israel yang kedua dan hukuman kedua terjadi. Sebagian ulama menyatakan hukuman kedua terjadi melalui tangan Nebukhadnezar raja Babilonia. Sebagian ulama berpendapat mereka adalah tentara Romawi, semantara sebagian ulama lain berpendapat melalui tangan kaum muslimin pada masa Rasulullah Saw dan sahabat.

Baca Juga : Mengapa  Alergi Jihad?

Sekalipun perbedaan pendapat para ulama tafsir mengenai perusakan kedua dan hukuman kedua cukup banyak. Namun sebagian besar ulama tafsir berpendapat bahwa hukuman kedua ini juga sudah terjadi. Hanya beberapa ulama kontemporer saja, diantaranya Syaikh Bassam Nahhad Jarrar dalam bukunya “Zawalu Israil 2022 M : Nubuwatun am Shudfatun Raqamiyyatun (Keruntuhan Israel 2022 M : Sebuah prediki kenabian atau ‘Kebetulan’ Matematis Belaka?) yang menyatakan bahwa saat ini umat Islam tengah menantikan turunnya hukuman kedua atas Bani Israel.

Baik ulama yang berpendapat bahwa hukuman kedua sudah terjadi, maupun ulama yang berpendapat bahwa hukuman kedua belum terjadi, semuanya sepakat bahwa setiap Bani Israel berbuat kerusakan di muka bumi, hukuman Allah akan menimpa mereka. Hal ini berdasarkan nash Al Qur’an :

“Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya kami kembali (mengazabmu) dan kami jadikan Neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Qs. Al Isra’ : 8)

Berdirinya Negara Israel di atas bumi Islam Palestina, pengusiran berjuta-juta kaum muslimin Palestina, pembunuhan, penculikan, penggusuran dan pembantaian terus menerus yang dilakukan oleh negara Israel kepada umat Islam di Palestina. Ini merupakan bukti tak terbantahkan atas kerusakan besar yang mereka lakukan di muka bumi. Maka cepat atau lambat kehancuran dan adzab Allah akan menimpa mereka melalui tangan hamba-hambanya yang perkasa.

Sesungguhnya hal ini merupakan kabar gembira bagi kaum muslimin yang saat ini tengah berjihad melawan Yahudi dan negara-negara salibis sekuler yang membantunya. Setelah menyebutkan jalan perjalanan sejarah yang telah, sedang, dan akan dilalui oleh Bani Israel dalam ayat-ayat diatas.

Ayat-ayat Al Qur’an memberikan kabar gembira kepada kaum muslimin yang hari ini tengah berjuang demi membebaskan Palestina dari cengkraman negara zionis Israel. Meskipun diatas kertas perimbangan kekuatan kaum muslimin dengan kekuatan negara Israel yang didukung oleh negara-negara kafir dunia itu sangat tidak berimbang, namun janji Allah pasti akan terlaksana. Umat Islam akan mampu mengalahkan kaum Yahudi, merebut kembali Palestina dan menegakkan Khilafah Islamiyah di bumi suci itu.

Rasulullah Saw telah memberikan kabar gembira akan hal itu dalam sabdanya :

“Wahai Ibnu Hawalah, jika engkau melihat kekhilafahan telah turun di bumi Al Maqdis (Baitul Maqdis, Palestina), maka itu pertanda telah dekatnya berbagai goncangan, kegundah gulanan, dan peristiwa-peristiwa besar. Bagi umat manusia, kiamat lebih dekat kepada mereka daripada dekatnya telapak tanganku kepada kepalamu ini.” (HR. Abu Dawud)

Pembebasan Palestina dari cengkeraman bangsa Yahudi dan tegaknya kembali Khilafah Islamiyah di bumi para Nabi itu, akan dicapai melalui perjuangan senjata. Bukan melalui jalan pemilu berdasar sistem demokrasi, diplomasi di PBB, perundingan damai, atau jalan-jalan ‘lunak’ lainnya.

Baca Juga : Bebaskan Syam dengan jihad Jiwa dan Harta

Hal ini wajar, karena bangsa Yahudi menjajah bumi Palestina melalui kekuatan militer, dengan membonceng tentara Inggris dan Prancis dalam perang Dunia I. Bangsa Yahudi itu juga mempertahankan penjajahannya sampai hari ini melalui teror-teror militer yang semakin hari semakin menjadi.

Maka sudah menjadi sunnatullah bila negara Israel hanya bisa diruntuhkan dengan kekuatan jihad fii sabilillah yang benar sesuai syari’at Rasulullah Saw. Dalam kancah jihad fii sabilillah di bumi Palestina inilah, akhirnya kaum muslimin mampu menghapus kaum Yahudi dari bumi Isra’. Kaum muslimin Palestina akan bahu-membahu dengan kaum muslimin di negeri-negeri sekitarnya dalam menunaikan misi suci ini.

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 155 Rubrik Akhir Zaman

Editor : Anwar