Obama Berencana Tunda Operasi Militer di Suriah

USA – Presiden Amerika Serikat Barack Obama kemungkinan  akan menunda operasi serangan militer ke Suriah. Langkah ini ditempuh AS, jika rezim Basyar Asad di Suriah memberi izin pihak internasional mengawasi cadangan senjata kimia mereka. Pernyataan tersebut diungkapkan Obama di tengah perdebatan KongresAS.

Menurut laman BBC (10/9) dikutip jpnn, Amerika selama ini menuduh rezim Suriah melakukan kejahatan perang, termasuk penggunaan senjata kimia. Namun, pihak rezim terus membantah tuduhan tersebut.

Presiden Obama pada Senin kemarin memberikan serangkaian wawancara televisi yang bertujuan membangun dukungan di kalangan KongresAS dan kesadaran publik akan rencana aksi militer baru di Timur Tengah ini.

Presiden mengatakan serangan terbatas diperlukan untuk menghukum rezim Assad terkait penggunaan senjata kimia dan mencegah mereka menggunakan senjata itu lagi.

“Itu termasuk dalam kepentingan keamanan nasional kita. Jika kita bisa melakukannya tanpa serangan militer, saya sangat memilih hal ini,” kata Obama kepada stasiun ABC News.

Saat ditanya tentang kemungkinan menunda penyerangan terhadap Suriah, selama rezim Asad membuka akses atas senjatanya kepada pengawas internasional, Obama menjawab, “Tentu saja, jika sebenarnya itu yang terjadi.”

Di sisi lain, dukungan untuk persetujuan menyerang Suriah di tingkat Kongres tetap relatif rendah. Pada Jumat (6/9) lalu, lebih dari 230 dari 433 anggota Kongres di Dewan Perwakilan dilaporkan menolak atau cenderung menolak.

Selain itu, jajak pendapat menunjukkan bahwa orang Amerika tetap khawatir terhadap rencana serangan ke Suriah. Hal ini bertolak belakang dengan ucapan Menteri Luar Negeri AS John Kerry yang mengatakan dukungan terhadap serangan ke Suriah meningkat. [jpnn/an-najah/faris]