Browse By

Orang Islam, Bukan Muslim Individualis

Muslim peduli saudara

Muslim peduli saudara

An-Najah.net – Orang Islam bukanlah muslim yang idividualis. Dalam arti dia hanya mementingkan hidupnya sendiri. Akan tetapi seorang muslim senantiasa peduli kepada problematika yang dihadapi umat ini.

Bahkan Rasulullah Saw menjelaskan barangsiapa yang tidak penduli kepada urusan kaum muslimin, dia bukan golongan dari mereka. Umat ini merupakan umat yang satu bagaikan seperti satu tubuh. Ketika ada satu anggota tubuh yang sakit anggota lainnya ikut merasakannya.

Jumlah umat Islam sedunia saat ini mencapai angka cukup spektakuler, sekitar 1,5 miliar jiwa. Dalam hitungan sederhana, dari setiap empat orang manusia salah satunya adalah muslim.

Dapat dibayangkan betapa besarnya potensi penduduk muslim dunia dari sisi kuantitas. Jumlah besar itu menempati berbagai penjuru dunia, hampir seluruh benua, dan banyak menempati kewasan dengan kekayaan alam yang luar biasa. Timur tengah, kawasan pusat peradaban islam, merupakan kawasan yang menyimpan cadangan minyak terbesar didunia.

Realita Umat saat ini

Umat Islam di zaman ini hidup dalam suasana kelemahan yang sangat berat. Akidah mereka digerogoti oleh virus-virus ganas bernama pluralisme, Syi’ah Rafidhah, Ahmadiyah, dan aliran-aliran sesat. Para ulama dan juru dakwah dipersempit ruang geraknya, ditekan mental dan fisiknya, dan dikriminalisasikan agar wibawanya jatuh. (Sumber; www.Istidlal.org)

Dalam aspek ekonomi, kekayaan alam mereka dirampok oleh perusahaan-perusahaan internasional Barat dan Timur yang berkolaborasi dengan para pejabat korup. Mereka dijadikan tenaga-tenaga kerja murahan, sekaligus pangsa pasar terbesar bagi produk-produk Barat dan Timur, yang mematikan ekonomi rakyat jelata.

Dalam aspek politik, paham sekulerisme dan demokrasi Barat dipaksakan kepada mereka pasca runtuhnya Daulah Utsmaniyah pada 1924 M. Kekuatan raksasa ekonomi dan media massa milik musuh-musuh Islam memainkan peranan dominan dalam menyeting jatuhnya jabatan-jabatan strategis dan lembaga-lembaga utama negara ke tangan kaum sekuler dan Islam Phobia. Akibatnya, kebijakan-kebijakan negara lebih banyak menindas dan menzalimin mayoritas rakyat yang berama Islam.

Akhlak mereka dihantam dengan pola hidup hedonis, narkoba, seks bebas (LGBT) dan pergaulan bebas, dan aneka hiburan yang melalaikan. Musik, lagu, film, sinetron, iklan, foto model, dan ajang pencarian bakat menjadi panggung utama dalam merusak akhlak umat Islam dan menjauhkan mereka dari syariat Islam. Atas nama HAM, kebebasan seni, kebebasan berekspresi, dan humanisme; kemaksiatan-kemaksiatan dan dosa-dosa besar dilindungi oleh hukum, aparat hukum, LSM, dan media massa mainstream.

Dalam bidang militer dan pertahanan, negeri-negeri Islam diduduki secara paksa oleh kekuatan zionis, salibis, paganis, dan komunis global. Umat Islam dilucuti dari senjata. Umat Islam tidak boleh memproduksi dan memiliki senjata nuklir. Sementara kekuatan zionis, salibis, paganis, dan komunis global mendapatkan hak penuh untuk memproduksi, memiliki, dan mempergunakan senjata nuklir dan senjata-senjata pemusnah massal lainnya.

Kenapa demikian? Sebab, korbannya adalah umat Islam. Sebab, negeri-negeri yang dijajah dan ditindas tersebut adalah negeri-negeri umat Islam. Kota Al-Quds dan negeri Palestina masih dicengkeram oleh penjajah zionis Yahudi, dengan dukungan sepenuhnya oleh AS dan beberapa negara adidaya lainnya. Suriah, Irak, Afghanistan, Kashmir, Mali, Somalia, Turkistan timur (Xinjiang) dan beberapa negeri muslim lainnya masih dijajah dan dicabik-cabik oleh kekuatan salibis, paganis, dan komunis internasional. Pembantaian massal terhadap umat Islam juga masih terus berlangsung di Rohingnya.

Umat Islam dalam kondisi lemah, dan dilemahkan secara sistematis oleh aliansi kaum musyrik, kafir, murtad, dan munafik. Mereka diberondong dengan serangan musuh-musuh Islam dalam bidang pemikiran, budaya, ekonomi, politik, ideologi, moral, dan militer. Hampir dalam semua aspek kehidupan, umat Islam dibuat tertinggal oleh musuh-musuh Islam.

Kaum muslimin sudah saatnya bangun dari tidurnya, kemudian membuka mata untuk memikirkan dan bertindak menyelamatkan umat ini. Karena bahaya dan acaman sedang mengintai umat ini.

Penulis : Miqdad Abdurrahman

Editor : Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *