Otto Liman Von Sanders, Jendral Yahudi Jerman yang Menjadikan Mustafa Kamal Pahlawan

Otto Liman Von Sanders
Otto Liman Von Sanders
Otto Liman Von Sanders
Otto Liman Von Sanders

An-Najah.net – Khilafah Utsmaniyah yang runtuh pada tahun 1924 meninggalkan banyak misteri.

Umat Islam mungkin telah banyak tahu, aktor utama peruntuhan itu adalah Mustafa Kemal Pasha yang digelari Attaturk atau Bapaknya Turki.

Ia seorang Yahudi Dunamah dari Salonika yang menjadi perwira di militer Utsmaniyah hingga menjadi Pasha atau jenderal.

Namun ada pertanyaan yang belum terjawab, bagaimana mungkin seorang Yahudi perusak bisa meraih jabatan tinggi dan kemudian mendapat peluang meruntuhkan khilafah? Jawabannya ada pada program reformasi militer Turki Utsmani.

Pada era Sultan Mahmud ll, Turki Utsmani mencoba membangun kembali kekuatan militernya setelah kalah dalam perang melawan Rusia (1828-1829).

Program itu dilanjutkan hingga era Sultan Abdul Hamid. Salah satunya dengan mendatangkan para penasehat dan teknisi militer dari Jerman, sekutu utama Turki saat itu.

Salah satu perwira Jerman yang didatangkan ke Turki adalah Otto Liman von Sanders. ia diangkat dan ditunjuk oleh Enver Pasha,

jenderal petualang yang menjadi tokoh utama dalam gerakan Turki Muda yang menyeret Turki memasuki Perang Dunia I.

Enver adalah satu dari tiga jenderal atau Pasha Turki (Enver Pasha, Jemal Pasha dan Telat Pashaiyang secara de facto memegang kekuasaan di masa akhir Turki Utsmani.

Sebagai Menteri Urusan Perang, ia memegang urusan militer dan mendatangkan para perwira Jerman, termasuk Otto Liman Sanders.

Liman lahir di Kota Stolp (kini Siupsk) Provinsi Pomerania Prussia. Salah satu kakek buyutnya adalah seorang saudagar Yahudi dari Kota Halberstadt, anak lelakinya Heinrich berpindah agama menjadi Protestan pada 1807.

Seperti kebanyakan remaja Prussia dari kalangan aristokrat, Liman bergabung dengan militer dan meraih pangkat letnan jenderal.

Seperti beberapa jenderal Prussia sebelumnya, Otto ditunjuk mengepalai misi militer Jerman untukTurki Utsmani pada tahun 1913. Ia adalah jenderal Jerman terakhir yang mendapatkan tugas ini.

Pada 30 Juni 1914, dua hari setelah pecah Perang Dunia pertama di Eropa, para pemimpin Utsmani membentuk aliansi dengan Jerman melawan Rusia.

Untuk itu, pemerintahan Utsmani menyatakan jihad pada bulan November 1914. Enver kemudian mengangkat Liman sebagai panglima pasukan Utsmani di kawasan Selat Dardanella yang menjadi benteng laut menghadapi kekuatan AL inggris.

Pertempuran Gallipoli

Rencana pertama menyerang Khilafah Utsmani dibuat oleh Menteri Kehakiman Perancis Aristide Briand pada 14 November 1914 namun ditolak.

Belakangan pada bulan yang sama, Winston Churchill, petinggi Al. Inggris yang kelak menjadi perdana menteri. mengusulkan serangan laut ke Selat Dardanella berdasarkan laporan keliru tentang kekuatan pasukan Utsmani di sana.

Serangan pertama ke arah Dardanella laut pada Maret 1915 digagalkan oieh meriam-meriam dari benteng Utsmani di kedua sisi selat.

Sekutu kemudian merencanakan operasi amfibi untuk merebut benteng-benteng itu dan membersihkan selat, pecahlah Pertempuran Gallipoli.

Liman yang menjadi panglima pasukan Turki dalam pertempuran ini hanya memiliki sedikit waktu untuk mengatur pertahanan, namun ia memiliki dua keunggulan.

Pertama, Tentara ke-S Utsmani di Semenanjung Gallipolli adalah pasukan terbaik Turki. Terdiri atas 84 ribu pasukan bersenjata lengkap yang disusun dalam enam divisi.

Kedua, kepemimpinan Sekutu lemah. Pada 23 April 1915, Sekutu mendaratkan sebuah pasukan besar diTanjung Helles.

Saat itulah Liman mempromosikan Mustafa kemal menjadi komandan Divisi ke-19. Divisi pimpinan Kemal itulah yang menang.

Pasukannya maju pada hari invasi dan menduduki perbukitan di atas zona pendaratan Sekutu saat pasukan ANZAC (Australia and New Zealand Army Corps) berusaha menaikinya.

Kemal memerintahkan pasukannya mempertahankan garis pembuktian itu. Selama lima bulan Divisi ke-19 bertahan meskipun digempur dengan gencar.

Dari bulan April sampai November 1915 (ketika akhirnya diputuskan untuk mundur), Liman memukul banyak serangan terhadap pertahanannya.

lnggris juga berusaha mendarat diTeiuk Suvla, namun juga tak bisa menembus pertahanan pasukan Utsmani.Akhirnya, inggris mundur dan pertempuran ini tercatat sebagai kemenangan besar bagi Pasukan Utsmani dan kepemimpinan Liman von Sanders.

Kemenangan Galipolli yang dibayar dengan gugurnya sekitar 86.000 tentara Utsmani juga melejitkan nama Mustafa kemal sebagai pahlawan perang.

Selepas itu, selangkah demi selangkah Mustafa meraih popularitas hingga bisa menjadi presiden Republik Turki sekuler yang didirikan di atas reruntuhan Khilafah Utsmani.

Pada 1918, tahun terakhir perang, Liman von Sanders memimpin Pasukan Utsmani dalam perang di Sinai dan Palestina. ia menggantikan Jenderal Erich von Falkenhayn yang dikalahkan oleh jenderal Allenby dari inggris pada akhir tahun 1917.

Kecakapan militer Liman di Gallipoli tibatiba lenyap di Syam, pasukannya hanya bisa menduduki posisi pertahanan dan menunggu serangan inggris.

Serangan itu lama tak terjadi, namun ketika akhirnya Jenderal Alienby menyerang dengan pasukannya. seluruh Pasukan Utsmani dapat dihancurkan dalam seminggu lewat pertempuran di Megiddo. Dalam situasi mundur yang kacau, Liman hampir tertangkap oleh pasukan inggris.

Setelah perang berakhir, ia ditangkap di Malta pada bulan Februari 1919 dengan tuduhan terlibat kejahatan perang. Namun ia dibebaskan enam bulan kemudian dan pensiun dari militer Jerman pada tahun itu.

Pada 1927 ia menerbitkan buku yang ditulisnya saat ditawan di Malta. isinya tentang pengalaman hidupnya sebelum dan selama perang. Dua tahun kemudian, ia meninggal di Munich pada usia 74 tahun.

Blunder Terbesar

Dari rangkaian kisah di atas, salah satu penyebab runtuhnya Khilafah Utsmani terurai sudah. Yaitu tidak ditaatinya kaidah islam untuk tidak meminta bantuan pada orang kafir, apalagi menjadikan sebagai pemimpin orang kafir.

Menjadikan Otto sebagai panglima di Gallipoli adalah blunder besar. Memang dia profesional militer, namun fakta bahwa ia kaftr dan Yahudi mendorong pada blunder lain, yaitu mengangkat Mustafa, seorang munahk, sebagai komandan Divisi.

Dalam sejarahnya, sejak tahun 1300-an M Turki Utsmani memang merekrut anak-anak orang Kristen sebagai tentara khusus. Pasukan khusus itu bernama Janissari.

Namun Janissari tidak pernah direkrut dari kalangan Yahudi. Kemungkinan karena karakter pengkhianat Yahudi dipahami oleh para khalifah Utsmani.

Namun kelemahan para sultan terakhir, yang dikontrol oleh para perwira militer seperti Enver Pasha, membuat seorang Yahudi Jerman diangkat sebagai panglima. Tragisnya, hal itu membuka jalan bagi naiknya Yahudi munafik bernama Mustafa Kemal untuk meruntuhkan khilafah.

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 116 Rubrik Telisik

Penulis : Ibnu

Editor : Helmi Alfian