Pasca Penyerangan Masjid Az Zikra, Umat Islam Nyatakan Sikap Satukan Langkah Hadapi Syiah

Tokoh Umat Islam, sepakat satukan langkah hadapi syiah
Tokoh Umat Islam, sepakat satukan langkah hadapi syiah

Bogor (An-najah.net) – Penyerangan terhadap Masjid Az Zikra yang dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan syiah tidak bisa ditolerir lagi. Pasalnya Menurut Arifin Ilham, para penyerang dari kelompok sesat Syiah yang jumlahnya sekitar 30 orang itu juga menculik dan menganiaya salah satu aktifis masjid Az Zikra bernama Faisal.

Untuk menyatukan langkah dalam membela seluruh umat Islam dan melakukan pembelaan seluruh umat Islam dari serangan musuh-musuh umat Islam. Sejumlah tokoh umat Islam menyatakan sikap atas pernyerangan warga az zikra oleh pembela syiah. Pernyataan ini di buat oleh Pengasuh Majelis Az Zikra, Ketum Forum Betawi Rempug, Sekjen Gerakan Masyarakat Jakarta, Ketum Forum Betawi Bersatu, Wakil Amir Majelis Mujahidin, Sekjen MIUMI, Ketua Majelis Syura DPP FPI, Ketum DPP FPI, Sekjen FUI dan Anggota Dewan Pembina HASMI di Bogor Bogor, Kamis 23 Rabiut Tsani 1436 H/12 Februari 2015. Isi pernyataan sikap itu adalah sebagai berikut.

Bismillahirrahmanirrahiim

PERNYATAAN PARA TOKOH UMAT ISLAM ATAS PENYERANGAN WARGA AZ ZIKRA OLEH PEMBELA SYIAH

Sehubungan dengan penyerangan yang dilakukan oleh gerombolan yang diduga kaum Syi’ah atau pembela Syi’ah kepada warga Perumahan Bukit Az Zikra, Sentul, Bogor pada Rabu 11 Februari  2015 pukul 22.30 dengan melakukan pengeroyokan, penganiayaan,  dan penculikan kepada Saudara Faisal Salim, Ketua Komite Penegakan Syariah Masjid Az Zikra,  yang juga warga Bukit Az Zikra maka para ulama, habaib, dan pimpinan umat Islam yang berkumpul di Masjid Az Zikra menyatakan:

1. Kami bersatu untuk membela seluruh kelompok umat Islam  dan akan melakukan pembelaan kepada seluruh kelompok umat Islam dari serangan musuh-musuh umat Islam.

2. Kami menghimbau seluruh ulama/habaib/pimpinan umat Islam dan seluruh jamaah umat Islam agar senantiasa bersatu dan mewaspadai serangan dalam bentuk apapun kepada masjid atau tempat kediaman ulama/habaib/pimpinan umat Islam.

3. Kami mendesak kepada pihak kepolisian dan pihak yang berwenang agar menindak tegas para pelaku perbuatan pengeroyokan, penganiayaan dan penculikan di atas sesuai hukum yang berlaku.

4. Kami sepakat mempertahankan Indonesia sebagai negeri Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan akan melawan orang, kelompok, atau ormas yang akan berusaha mempengaruhi, mendoktrin, serta memaksakan aqidah selain Ahlu Sunnah wal Jama’ah.

5. Kami menuntut kepada pihak kepolisian agar tidak melepaskan ke-40 pelaku penyerangan, penganiayaan, dan penculikan di atas.

6. Kami menilai serangan kaum yang kami duga pembela Syiah di atas jelas-jelas menodai dan menghina dan merupakan tindakan  amoral yang mengancam keamanan dan ketahanan  NKRI.

7. Fakta peristiwa ini membuktikan bahwa gerombolan pembela Syiah adalah gerombolan radikal dan anarkis yang sebenarnya.

8. Menolak segala intervensi yang bertujuan untuk membebaskan ke-40 pelaku penyerangan, penganiayaan dan penculikan tersebut dari tahanan dan dari jerat hukum.

9. Menuntut pemerintah melarang paham Syiah yang bertentangan dengan Alquran dan As Sunnah serta kegiatan gerakan Syiah dan para pembelanya  yang terbukti melakukan tindakan anarkis.

Demikian pernyataan kami  atas peristiwa penyerangan, penganiayaan, dan penculikan atas saudara kami  Faisal Salim Ketua Komite Penegak Syariah Islam Masjid Az Zikra dan kami memohon pertolongan Allah Swt agar kami mampu menghadapi dan mengalahkan musuh-musuh umat Islam.

Bogor, 23 Rabiut Tsani 1436 H/12 Februari 2015

Kami yang membuat pernyataan ini:

1.       KH. Muhammad Arifin Ilham  (Pengasuh Majelis Az Zikra)

2.       KH. Luthfi Hakim SH (Ketum Forum Betawi Rempug)

3.       Habib Muhsin bin Zaid al Atthas  (Sekjen Gerakan Masyarakat Jakarta)

4.       KH. Endang Supardi (Ketum Forum Betawi Bersatu)

5.       KH. Abu Jibril (Wakil Amir Majelis Mujahidin)

6.       KH. Bachtiar Natsir (Sekjen MIUMI)

7.       KH. Misbahul Anam  (Ketua Majelis Syura DPP FPI)

8.       Habib Muhsin Alatas (Ketum DPP FPI)

9.       KH.  Muhammad Al Khaththath (Sekjen FUI)

10.   Hudan Dimyati Ahmad (Anggota Dewan Pembina HASMI). (Anwar/SI/An-najah)