Pembinaan Generasi Muslim Berdasarkan Konsep Nabawi

Generasi Muslim
Generasi Muslim

An-najah.net – Perjuangan menegakkan Islam ini merupakan lintas generasi. Kaderisasi dalam mencetak generasi yang siap terjun dalam medan juang sangat diperlukan. Allah Swt telah mengingatkan kepada kaum muslimin jangan sampai meninggalkan generasi dibelakang mereka dalam kondisi lemah. Lemah secara aqidahnya, ibadahnya, akhlaknya, jasadiyahnya. Namun, Allah mencitai hamba-hambanya yang kuat dari pada yang lemah.

Anak-anak sekarang ini, merekalah yang nantinya akan menjadi pemuda dimasa yang akan datang. Pemuda-pemuda inilah yang akan menjadi tulang punggung penopang perjuangan Islam. Sudah selayaknya sejak kecil mereka harus ditanamkan aqidah yang benar agar mampu memikul amanat sebagai kholifah dimuka bumi ini.

Ibarat orang menanam pohon dengan harapan besok bisa memetik hasilnya. Maka mereka harus senantiasa merawatnya, menyiraminya, mengobatinya kalau terserang hama dan menjaga keberlangsungan hidup pohon itu. Demikian pula, anak-anak generasi Islam ini juga harus diberikan pendidikan yang Islami, diajarkan kepada mereka adab-adab agar memiliki akhlak karimah dalam kehidupan sehari-harinya.

Untuk mencetak generasi muslim yang baik, Islam sudah memberikan qudwah (-contoh panutan) mereka adalah generasi yang mulia. Yaitu generasi shahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in. Allah Swt dan rasul-Nya telah memberikan rekomendasi agar umat ini senantiasa mengikuti mereka.

Tidak sebagaimana zaman akhir ini, begitu banyak manusia-manusia yang pandai secara dunia. namun, mereka bodoh dalam urusan akhiratnya. Bahkan kehidupan mereka lebih cenderung matrealistis serta banyak mewarnai kehidupan mereka dengan kemaksiatan demi kemaksiatan.

Generasi Terbaik Islam

Syaikh Abdullah Azzam dalam Kitab Tarbiyah Jihadiyah telah mengajarkan kepada kaum muslimin bagaimana mencetak generasi muslim yang utama. Beliau memberikan penjelasan dengan mengangkat bagaimana metode Rasulullah Saw untuk membina generasi pertama.

Generasi pertama ini, mereka mendapatkan pujian baik dari Allah dan rasul-Nya. Mereka adalah generasi yang mana Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada Allah Swt. Bahkan, dari generasi ini ada mereka yang langsung mendapat jaminan masuk surga. Kita bisa mengetahui sepuluh orang yang dijamin masuk surga, kemudian 313 orang yang ikut perang badar, kemudian orang-orang yang ikut Bai’atur Ridwan yang berjumpah 1400 orang.

Rasulullah saw bersabda;

“Sebaik-baik kurun (abad/masa) adalah kurunku, kemudian yang sesudahnya kemudian sesudah mereka.” (HR. Bukhari).

Generasi ini mendapatkan gelar Khoiru Ummah (umat yang terbaik). Sebab siapa lagi kalau bukan mereka generasi sahabat karena merekalah murid-murid Rasulullah Saw, mereka mengetahui kapan wahyu itu turun dan untuk siapa wahyu itu diturunkan. Sehingga mereka memiliki pemahaman yang benar. Allah swt berfirman;

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”. (Qs. Ali Imran : 110).

Kurikulum Tarbiyah Nabi Muhammad Saw

Nabi Muhammad Saw merupakan sosok guru yang teladan. Sudah selayaknya kalau para da’i ini mencetak generasi muslim yang tangguh harus senantiasa mengikuti bagaimana Rasulullah Saw mendidik dan membina generasi salaf sholih.

Sungguh Nabi Muhammad Saw telah membina generasi yang unik. Sehingga mereka dikenal dengan Jailul faridun (generasi yang unik) yang kokoh didalam memegang aqidah dan siap berjihad dijalan Allah swt.

Ulama kelahiran gaza ini, beliau adalah Abdullah Azzam memberikan gambaran pokok-pokok kurikulum tarbiyah nabi Muhammad Saw kepada generasi Islam pertama adalah sebagai berikut;

Pertama, Membatasi pembinaan hanya dengan manhaj rabbani

Kedua, Memurnikan dakwah dari segala kepentingan duniawi dan manfaat-manfaat yang tidak kekal.

Ketiga, Dimulai dengan membangun aqidah ummat sebelum membangun syari’at (hukum).

Keempat, Sejak pertama kali wujud pembinaannya adalah kelompok haroki (gerakan).

Kelima, Jelas benderanya dan terang tujuannya serta tidak bercampur aduk dengan pemikiran lain.

Keenam, Membina “Qoidah Shalabah” (kelompok inti) yang dapat menopang seluruh bangunan.

Ketujuh, Memanfaatkan dan mempergunakan semua daya serta potensi yang ada.

Kedelapan, Mengukur bobot seseorang dengan mizan taqwa.

Kesembilan, Pembinaan melalui celah-celah peristiwa dan aktifitas yang konkrit.

Kesepuluh, Al Jihad

Kesebelas, Menanamkan kepercayaan dalam lubuk hati akan pertolongan Allah.

Keduabelas, Uswah hasanah dan kepemimpinan yang beramal nyata.

Ketigabelas, Bersikap lembut dan penyayang, bukan kasar dan menyakitkan.

Keempatbelas, Berwawasan jauh kedepan, khususnya dalam perubahan dari satu fase ke dase yang lain.

Kelimabelas, Para sahabat menerima perintah untuk dilaksanakan dan ditindakan.

Pokok-pokok kurikulum tarbiyah nabi Muhammad saw ini memiliki banyak manfaat. Apalagi khususnya bagi mereka yang mencita-citakan hendak menegakkan dien Allah dimuka bumi dan menumbuhkan masyarakat muslim yang sebenar-benarnya. Manfaat-manfaat itu adalah sebagai berikut;

Pertama, Dapat mengetahui manhaj (konsep) pemikiran Islam dalam menegakkan daulah.

Kedua, Untuk mengikuti jalan rabbani ini dalam membela dien Allah dan mengokohkan syari’atnya dalam kehidupan. Disamping itu agar tetap konsisten di atas jalan tersebut.

Sayyid quthub berkata; “Pemeluk agama ini harus benar-benar mengetahui bahwa agama ini dzatnya adalah rabbani, maka manhaj operasionalnya juga rabbani berjalan paralel dengan tabi’atnya. Dan tidak mungkin memisahkan agama ini dari manhaj operasionalnya. Jika kita telah mengetahui manhaj operasionalnya, maka hendaknya kita tahu juga bahwa manhaj ini adalah manhaj yang fundamental, bukan manhal kontemporer, geografis, ataupun kondisional, khususnya dalam menghadapi problema-problema jama’ah islam yang pertama. Sesungguhnya ia merupakan manhaj, dimana bangunan agama ini tidak akan tegak kapanpun juga kecuali dengannya. Sesungguhnya berpegang teguh dengan manhaj tersebut merupakan perkara yang sangat vital, seperti halnya berpegang teguh pada sistem islam pada setiap gerakan.”

Ketiga, Dapat mengetahui keagungan panglima pembimbing (Nabi Saw) yang telah mempraktekkan manhaj tersebut dan mengetahui keagungan para pasukan yang telah melaksanakan manhaj tersebut.

Rasulullah telah melahirkan, dalam waktu yang relatif singakt sebuah generasi yang terdiri dari pemimpin-pemimpin ulung dan kenamaan. Panglima-panglima militer yang digembleng nabi Saw, jumlah mereka lebih banyak daripada semua panglima militer sepanjang sejarah islam. demikian juga beliau memunculkan generasi pemimpin, politikus, administrator, pembimbing, pengajar, hakim, dan penguasa.

Sejarah merupakan kaca benggala yang bisa kita ambil pelajaran. Hari ini merupakan hari yang harus kita jalani, kalau bukan saat ini kita mulai kapan lagi. Jangan sampai menyesal dikemudian hari  karena hari tidak akan kembali lagi. Hari esok adalah harapan, kalau ingin menyongsong hari esok lebih baik sudah selayaknya ditata sejak dini. (Anwar/annajah)