Pemerintah China Larang Warga Turkistan Timur Melaksanakan Shalat dan Mengenakan Busana Muslimah

jilbab[an-najah.net] – Pemerintah China melarang wanita-wanita muslimah di Turkistan Timur, wilayah Sengjian yang mayoritas penduduk muslim, untuk mengenakan Jilbab. Pemerintah juga melarang perusahaan-perusahaan pakaian memproduksi pakaian busana muslimah.

Polisi China telah memperingatkan perusahaan-perusahaan pakaian dan para penjahit di Turkistan Timur -yang memiliki otonomi sendiri- supaya tidak membuat pakaian busanah muslimah. Perusahan-perusahaan pakaian yang berada wilayah itu diminta untuk mendatangani dokumunen yang terdiri dari 10 kesepakatan tentang ketidakbolehan memproduksi pakaian busana muslimah secara terselubung.

Diantara isi kesepakatan tersebut adalah :

– Tidak memprosduksi pakaian-pakaian busana muslimah dan menolak segala tawaran yang berhubungan dengan memproduksi pakaian tersebut.
– Tidak merekrut karyawan wanita muslim yang berjilbab dan laki-laki muslim yang berjenggot serta tidak menjadikan mereka sebagai klien.
– Tidak boleh ada pelaksanaan shalat di tempat kerja.

Perlu diperhatikan, pemerintah China di wilayah Turkistan Timur telah melarang shalat berjama’ah dan penyebaran kaset-kaset tentang keislaman di kalangan anak-anak, yang mana daerah tersebut mayoritas penduduknya beragama Islam. Larangan tersebut sudah dikeluarkan sejak bulan September 2012, mereka juga melarang para karyawan perusahan, guru dan siswa-siswa melaksanakan kewajiban puasa Ramadhan. Tidak hanya itu, mereka akan menghukum setiap orang Islam yang melaksanakan kewajiban-kewajiban tersebut.

Itu semua dilakukan pemerintah China karena mereka takut bangkitnya kelompok-kelompok Islam di daerah tersebut untuk mengembalikan Turkistan Timur menjadi negara Islam. Sebagaimana diketahui bahwa Turkistan Timur sebelum dicaplok China merupakan negara Islam, yaitu pada abad ke-19. [hunef]