Pemikiran Khoemini Jadi Kurikulum Wajib di Iraq

khomeni-1

 

 

IRAQ – Kementrian Pendidikan Tinggi Iraq mengumumkan akan mewajibkan buku “Syadarat fi Fikri Imam Khomeini” sebagai materi wajib dan dimasukkan dalam kurikulum Universitas di Iraq. Hanya fakultas kedokteran, kedokteran gigi dan farmasi yang tidak diwajibkan menerapkan kurikulum tersebut. Sebagaimana dikutip oleh al-arabia Selasa silam (17/09).

Kepada media, juru bicara Kementrian Pendidikan Tinggi Iraq mengatakan, “Buku ini akan menjadi buku pedoman di berbagai universitas di negeri ini. Buku ini mengangkat unsur-unsur agama, kemanusian dan etika kehidupan secara umum. Jadi, buku ini tidak hanya berbicara tentang politik saja.”

Ditambahkan pula, buku ini telah diterjemahkan ke bahasa Arab dan disusun menjadi 4 jilid. Hal itu guna memudahkan semua dosen menyampaikan materi tersebut, meski memiliki latar belakang ilmiah yang berbeda.

Buku yang mengajarkan pemikiran tokoh Syiah tersebut akan menggantikan buku “At-Tsaqafah Al-Qaumiyah” yang pernah menjadi kurikulum wajib pada era Sadam Husain. Sejak 2003 buku tersebut tidak diajarkan lagi.

Selain menjadi mata kuliah wajib, materi buku ini juga akan diujian tiap akhir semester. Nilai ujian mata kuliah ini menjadi satu poin dalam menentukan kelulusan mahasiswa.

Pengumuman itu ditentang keras oleh masyarakat Ahlu Sunnah di Iraq. Mengajarkan buku yang kental pemikiran Syiah tersebut dinilai sebagai upaya syiahisasi di negara yang pernah menjadi kiblat ilmu dan kebudayaan dunia tersebut. [an-najah/faris]