Pemukim Dan Tentara Yahudi Menyerbu Al-Aqsha

1904176_747384338607213_2102156333_n

Sebanyak 30 tentara Israel menyerbu kompleks Al-Aqsha mereka masuk dari beberapa gerbang untuk memprovokasi kaum Muslimin.

Tepi Barat (an-najah.net) – Puluhan pemukim Yahudi dan tentara Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur, Rabu (17/6), kata seorang pejabat Palestina.

“Setidaknya30 tentara Israel dan 20 pemukim Yahudi dibawah perlindungan polisi Israel memaksa masuk ke kompleks suci al-Aqsha dari berbagai arah, untuk memprovokasi jamaah Muslim. Mereka melewati al-Qibali masjid dan Kubah Batu sebelum meninggalkan,” kata Sheikh Omar Al-Qiswani, Direktur Masjid Al- Aqsha.

Omar Al-Qiswani menambahkan bahwa jamaah Muslim masih berdiri melawan pemukim dan berteriak “Allahu Akbar.”
“Ketegangan di Al-Aqsa makin memuncak sejak pagi. Polisi Israel memberlakukan langkah-langkah yang ketat di luar gerbang Al-Aqsha, di mana mereka memeriksa kartu identitas jamaah ‘sebelum mengizinkan mereka masuk,” katanya.

Bagi umat Islam, Al-Aqsha merupakan tempat suci ketiga di dunia. Sementara Yahudi mengklaim itu adalah tempat dua Haikal Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur sejak 1967. Kemudian mencaplok kota suci pada tahun 1980, lalu mengklaim dan memproklamirkan diri bahwa wilaya Al-Aqshaadalah bagian dari ibukota negara Yahudi – sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Pada September 2000, kunjungan politisi Israel yang kontroversial Ariel Sharon ke lokasi Al-Aqsha memicu apa yang kemudian dikenal sebagai “Intifada jilid II,” pemberontakan rakyat terhadap pendudukan Israel di mana ribuan warga Palestina tewas.

Penangkapan Terus

Selasa malam, pasukan tentara Israel menahan 17 warga Palestina dalam serangan yang dilakukan di beberapa provinsi di Tepi Barat yang diduduki, kata saksi mata.

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengatakan menahan 14 warga Palestina yang dicurigai terlibat dalam “serangan teror yang ditargetkan personel keamanan (Israel) dan warga sipil.”

Tiga orang lainnya ditahan atas tuduhan menjadi anggota kelompok Hamas. 11 lainnya ditahan di Kota Tua al-Khalil (Hebron).

Saksi mata mengatakan kepada bahwa sejumlah pasukan Israel menyerbu beberapa tempat di kota-kota Tepi Barat selatan al-Khalil dan Betlehem dan menangkap delapan orang Palestina setelah menjarah rumah mereka.

“Pasukan Israel menahan enam warga Palestina lainnya di kota Tepi Barat, Ramallah, dan Jericho setelah merampok rumah mereka,” kata mereka. “Tiga orang lainnya ditangkap dari kota Tepi Barat utara Qalqiliya dan Jenin.”
Penangkapan Israel datang sehari sebelum awal Ramadan di tengah kondisi hidup yang sulit di Tepi Barat.

Hasan Amir, salah seorang ayah korban penangkapan mengatakan bahwa tentara Israel yang menahan anaknya Muhammad, setelah mencari dan merampok rumah.

“Annakku bekerja sepanjang malam untuk persiapan menyambut bulan suci Ramadhan,” katanya. “Kami berencana untuk pergi shalat Tarawih bersama-sama tahun ini.”

“Saya berharap dia akan bebas sebelum akhir Ramadhan,” tambahnya.

Pasukan Israel secara sporadis menyerang rumah warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki dan menahan warga Palestina lokal, mengklaim yang terakhir yang diinginkan oleh badan-badan keamanan Israel.

Lebih dari 6.500 warga Palestina saat ini mendekam di penjara di seluruh Israel, menurut Kementerian Palestina Urusan Tahanan.

(sahlan ahmad/an-najah)