Penaklukan Andalusia

Andalusia

An-Najah.net –

“Kami tahu, wahai Roderick! Suatu kaum mendatang kami. Kami tidak tahu apakah mereka berasal dari penduduk bumi ataukah dari penduduk langit.”

(Komandan Pasukan Gothic)

Bangsa Maghrib memang hebat! Negeri yang terletak di Afrika Utara ini telah memunculkan banyak tokoh muslim besar. Seakan negeri ini madrasah untuk para revolusioner.

Tokoh kita kali ini adalah seorang penakluk Islam yang muncul dari padang pasir tanah besar yang terbiasa memunculkan para pahlawan. Yaitu Thariq bin Ziyad serta Musa bin Nushair, penakluk Andalusia nan agung.

Sebelum mempelajari kisah pahlawan besar dan negeri Andalusia, ada sebuah poin yang harus disampaikan;

Mengapa bangsa Arab dan kaum muslimin menempuh ribuan mil dari padang pasir jazirah mereka untuk sampai ke tanah bangsa-bangsa lain seperti Afrika, Persia dan Romawi? Apakah ekspansi itu disebut penjajahan terhadap bangsa lain?

Pernyataan ini mungkin memicu keraguan sebagian orang. Mungkin juga mendorong sebagian lainnya membandingkan antara penaklukan-penaklukan Islam dengan penjajahan Eropa pada abad ke-19 dan ke-20.

Padahal, fakta menunjukkan tidak adanya perbandingan di antara keduanya Siapa yang membaca sejarah peperangan sejak masa Alexander dari Makedonia, termasuk perang-perang pada era Romawi, era Mongolia, era Napoleon, hingga era Hitler, pasti tahu bahwa tujuan dari berbagai peperangan sepanjang sejarah tidak terlepas dari tiga hal:

Pertama, ekspansi geografi dan ekonomi Seperti Kekaisaran Romawi yang merebut tiga benua;

Kedua, hegemoni pemikiran. Seperti Amerika Serikat yang menyebarkan penyebaran nilai-nilai kapitalisme ala Amerika ke seluruh dunia.

Ketiga, tanpa tujuan pembangunan yang jelas, seperti bangsa Tartar Mongolia yang datang untuk menghancurkan peradaban.

Sedangkan motif ekspansi kaum muslimin berbeda. Peperangan Islam merupakan pengecualian dari ketiga motif di atas. Mereka memiliki satu tujuan, yaitu menyampaikan risalah Nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat manusia di berbagai belahan bumi.

Ada sebagian orang berkomentar terkait hal ini, “Mengapa kaum muslimin memerangi dan menghancurkan berbagai kekaisaran? Mengapa tidak hanya menyampaikan risalah saja tanpa melalui peperangan?”

Jawabnya: Itulah langkah awal yang dilakukan kaum muslimin. Mereka terlebih dahulu mengirim para utusan demi utusan kepada para penguasa. Namun, para utusan yang membawa misi damai tersebut justru dibunuh sebelum risalah lslam sampai kepada bangsa tersebut

Risalah lslam menyamakan kedudukan manusia. Kedudukan raja dan rakyat jelata sejajar. Yang membedakan kemuliaan mereka adalah takwa.

Ajaran ini tentu saja berseberangan dengan aturan para raja yang memperbudak rakyat dan menindas orangorang miskin.

Wajar saja jika para penguasa dan raja-raja menolak apabila bangsa dan rakyat mereka mengenali lslam karena bisa membahayakan tahta kekuasaan.

Pasukan lslam baru dikerahkan setelah para utusan dan da’i dibunuh. Sementara, ketika para utusan dan dai diberi kebebasan untuk menyampaikan dakwah, jalan pedang tidak digunakan.

Mungkin, lndonesia-negeri berpenduduk muslim terbesarbisa dijadikan contoh dalam hal ini.

Jika memang tujuan penaklukanpenaklukan hanya untuk menyebarkan Islam, mengapa kita tidak menemukan keberadaan kaum muslimin di Andalusia (Spanyol dan Portugal saat ini)?

Jawabnya: Mayoritas kaum muslimin Andalusia adalah penduduk asli yang memeluk Islam, bukan seperti yang dikira sebagian orang bahwa mereka adalah para imigran Arab dan Barbar.

Kaum muslimin ini mungkin diusir dari Andalusia atau dibunuh dalam mahkamah (pengadilan) inkuisisi.

Kisah Andalusia berawal ketika orangorang Visigoth (Gothic Barat) menempati negeri ini. Mereka bukan penduduk asli Andalusia, tetapi berasal dari negeri lain tepatnya dari Eropa Utara.

Andalusa adalah sebutan untuk Semenanjung lberia yang saat ini membentuk dua negara; Spanyol dan Portugal.

Visigoth kala itu dipimpin seorang raja bernama Getosha. Dia selanjutnya dibunuh oleh seorang pemimpin bernama Roderick yang menguasai singgasana Andalusia dan memberlakukan pajak tinggi, hingga ia dibenci rakyat Andalusia. Penindasan dan kezaliman pun menyebar di berbagai penjum Andalusia.

Di sisi lain, tepatnya di kota Tangier, wilayah ini dikuasai seseorang berambut pirang, bermata biru, jangkung, berbadan kekar, berasal dari keturunan bangsa Barbar yang asal usulnya berasal dari Eropa, tepatnya dari unsur Latin. Orang ini menganut agama paganis; menyembah patung selain Allah.

Kemudian Bangsa Arab datang menyampaikan lslam kepadanya. ia pun mengagumi ajaran-ajaran lslam nan menawan dan pemikiran sederhananya terkait ajaran tauhid.

Akhirnya ia mengimani agama lslam dan mengajarkannya kepada rakyatnya. Sebelum mereka memeluk lslam, mereka adalah budak-budak bangsa Romawi.

Para penakluk Arab justru menjadikannya sebagai pemimpin Tangier yang memimpin bangsa Arab danjuga bangsa Barbar! Lelaki itu adalah Thariq bin Ziyad, pahlawan besar Islam, di bawah bendera Daulah Umawiyah diTangier.

Setelah Thariq menerima surat dari Kairouan, dari pemimpin tertinggi Afrika yang memberitahukan izin Khalifah Umawiyah AlWalid bin Abdul Malik untuk menyebarkan lslam di Andalusia,

Thariq langsung mengarungi lautan bersama 7.000 prajurit, yang sebagian besar terdiri dari orang-orang Barbar yang baru masuk Islam.

Pasukan muslimin kemudian memerangi pasukan penjaga di wilayah selatan Andalusia hingga berhasil menyebarkan Islam ke tanah yang sebelumnya belum mendapatkan dakwah Rasulullah SAW. (*)

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 127 Rubrik Harokah

Editor : Helmi Alfian