Pengamat Teroris: Nasir Abas Bukan Mujahid, Mujahid Tidak Takut Amerika

Musthofa B. Nahra, Pengamat Terorisme
Musthofa B. Nahra, Pengamat Terorisme

JAKARTA (an-najah) – Permohonan mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abas kepada Dubes AS untuk Indonesia Lynn Pascoe agar namanya dicoret dari daftar orang yang patut diwaspadai, menunjukan ketakutan Nasir terhadap AS.

Pengamat teroris Mustopa Nahrawardaya mengatakan, pertemuan yang dilakukan Nasir Abas dan Dubes AS untuk Indonesia Lynn Pascoe, menunjukan sikap ketakutan Nasir terhadap AS.

“Itu bentuk ketakutan Nasir terhadap AS,” kata pengamat teroris Nahrawardaya seperti dilansir dari Inilah.com, Rabu (26/06).

Menanggapi ketakutan Nasir, Mustopa pun menilai jika Nasir Abas bukanlah seorang Mujahid. “Seorang mujahid tidak takut kepada AS, tetapi Nasir lain,” ungkapnya.

Sebelumnya Situs WikiLeaks kembali membocorkan informasi rahasia Amerika Serikat (AS). Kali ini, yang dibocorkan adalah kawat diplomatik Kedubes AS di Jakarta dengan beberapa lembaga negara di AS mengenai Mohammad Nasir Abas alias Khaeruddin, mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI).

Isi kawat tersebut adalah permintaan Dubes AS untuk Indonesia Lynn Pascoe untuk menghapuskan nama Nasir Abas dari daftar keuangan teroris di AS dan PBB. Dalam kawat tertanggal 12 Juni 2006 itu tertulis status “Rahasia” . Judulnya, “ REMOVING FORMER JI-LEADER NASIR ABAS FROM TERRORIST FINANCE LISTS”.

Pascoe juga mengakui pernah bertemu Nasir dan membicarakan posisi dirinya. Saat itu, Nasir menceritakan latar belakang, pandangan soal terorisme, dan rencana di masa mendatang. [benji/inilah/annajah]