Pengurus Besar NU; Indonesia Jangan Menutup Mata Terhadap Pengungsi Rohingnya

Masdar Farid Mas'udi
Masdar Farid Mas’udi

Jakarta (An-najah.net) – Indonesia seharusnya ikut membantu pengungsi muslim rohingnya. Mereka sedang mengalami pembantaian dan pengusiran dari tanah kelahirannya.
Setelah terkatung-katung cukup lama di tengah laut, sebanyak 1.704 pencari suaka Rohingya asal Myanmar dan Bangladesh akhirnya diselamatkan oleh warga Aceh dan ditempatkan di tiga titik pengungsian yakni, Kabupaten Aceh Utara, Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur.
Terkait hal tersebut, Rais Syuriyah (Pengurus Besar) Nahdlatul Ulama (PBNU), Masdar Farid Mas’udi menduga beberapa negara enggan menampung pengungsi Rohingya karena akan menambah beban negara yang bersangkutan. Terlebih, para pengungsi tersebut datang tanpa punya harta benda.
“Kalau mereka bawa (uang) dolar pasti diterima. Kemanusiaan tanpa bawa dolar juga tidak akan diterima,” ungkapnya, Jumat (22/5/2015).
Masdar menganggap, pengabaian terhadap para pengungsi tersebut adalah bentuk ketidakadilan global. Padahal, masalah itu merupakan salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di dunia.
“Inilah, karena kedatangan mereka dianggap akan menambah beban. Ini adalah bentuk ketidakadilan global yang dipertontonkan,” tudingnya.
Masdar mengatakan, Indonesia semestinya tidak menutup mata dan harusnya terus berusaha membantu para pencari suaka tersebut, setidaknya sampai ada tindaklanjut dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Mengundang Indonesia untuk ikut ambil tanggung jawab, apa yang bisa dilakukan adalah menampung mereka dalam batas waktu tertentu,” tandasnya.(Anwar/annajah/okezone)