Penyimpangan, Berawal Dari Kerusakan Akidah

Simpang
Simpang
Simpang
Ilustrasi, Persimpangan Jalan

An-Najah.net –  “Penyimpangan dari akidah yang benar adalah sumber kehancuran dan kesesatan. Karena akidah yang benar merupakan motivator utama bagi amal yang bermanfaat.

Tanpa akidah yang benar manusia seperti hewan, bahkan lebih sesat dan lebih buruk dari binatang.”

Ungkapan di atas adalah kesimpulan Syaikh DR. Sholeh al-Fauzan, seorang pakar akidah kontemporer.

Tentang urgensi akidah sohihah telah ditegaskan dalam sirah nabi Muhammad saw. Tema dakwah beliau selama kurang lebih 13 tahun di Makkah, adalah seputar masalah akidah-tauhid. Selebihnya tentang akhlak dan cinta akherat.

Kesimpulan ini diperkuat dengat ayat-ayat yang turun pada fase Makkah (makkiyah). Hampir seluruh ayat makkiyah menekankan kemurnian akidah dari berbagai macam penyimpangan.

Ini menunjukkan bahwa akidah merupakan asas perjuangan yang sangat menentukan bagi masa depan umat Islam. Maka, sebelum kewajiban iqomatuddin yang lebih berat, seperti jihad, haji, puasa dan selainnya dibebankan kepada umat Islam, Rasulullah saw terlebih dahulu meluruskan akidah para sahabatnya. Beliau saw menyadari, kelak mereka akan dibebani syari’at iqomatuddin yang lebih berat.

Seakan-akan beliau ingin mengajarkan kepada umatnya bahwa kelurusan akidah dan ibadah adalah pondasi perjuangan serta titik tolak kelurusan manhaj pergerakan Islam.

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 76 Rubrik Tema Utama

Penulis : Akram Syahid

Editor : Helmi Alfian