Peran Mujahidin dalam Menumbangkan Komunisme Uni Soviet

Uni Soviet

An-Najah.net – Kaum komunis mendirikan negara Uni Soviet melalui Revolusi Bolshevik pada tahun 1917. Ekspansi mereka kian meluas hingga mencaplok sebagian besar wilayah kaum muslimin di Asia Tengah. Uni Soviet menguasai sebagian besar negara-negara di Eropa Timur, Jerman Timur dan Kuba pada era Perang Dingin. Pengaruhnya kuat di Mesir (era Jamal Abdunnashir), Yaman Selatan, hingga negara-negara Asia seperti Vietnam, Cina, Mongolia, Korea Utara dan Indonesia (era Soekarno). Kremlin pun tak segan mengucurkan bantuan finansial dan militer untuk memperkuat pengaruh komunisme. (Referensi: Nihayatul Umam, Adnan Tharsyah.)

Pada tahun 1399 H (1979 M) Uni Soviet menginvasi Afganistan, mengusir penduduk muslimnya dan mendirikan pemerintahan komunis. Namun, rakyat Afganistan yang pemberani bersatu dan sepakat melawan tentara Soviet dan mengusir mereka seperti sebelumnya mereka pernah mengusir penjajah Inggris. Dunia pun mulai mengenal sosok-sosok perwira yang memimpin jihad ini, seperti Abdu Rabbirrasul Sayyaf, Burhanuddin Rabbani, Gulbuddin Hikmatyar dan Muhammad Yunus Khalish.

Kobaran api jihad di Afganistan menjulang tinggi. Para mujahid muslim dari berbagai negara-negara Arab dan lainnya berbondong-bondong datang ke Afganistan untuk turut serta berjihad melawan pasukan komunis Soviet. Dr. Abdullah Azzam, ulama asal Palestina, menjadi penghasung utamanya.

Meski dengan persenjataan ala kadarnya, mujahidin berani melawan tentara besar Soviet yang memiliki persenjataan paling modern. Bahkan mujahidin menghadapi pesawat-pesawat tempur hanya dengan senapan mesin. Namun, perbedaan mencolok kekuatan itu dihiraukan oleh para mujahid yang bersabar untuk mendapatkan satu dari dua kebaikan; menang atau syahid.

Karena para mujahid benar dan menolong Alloh Rabb semesta alam, Alloh pun menolong dan menguatkan mereka serta mengalahkan tentara Soviet yang terlihat di atas angin. Di hadapan mujahidin mereka mengalami kekalahan telak. Uni Soviet terusir dari Afganistan dengan menanggung kekalahan.

Kemenangan yang diperoleh kaum muslimin bermakna besar karena meski lemah, kalah kuantitas dan kualitas persenjataan, namun mereka berhasil mengalahkan negara terbesar di dunia dengan izin Alloh. Bahkan pemerintah komunis di Afganistan pun runtuh dan tapuk pemerintahan negara patriot itu pun diterima para mujahid yang mengembalikan kejayaan kaum mujahidin dan menghidupkan sunnah jihad agung yang hampir dilupakan oleh kaum muslimin.

Kemenangan para mujahidin atas tentara terbesar di dunia berdampak besar terhadap Uni Soviet sendiri. Kemenangan islami tersebut mengguncang sendi-sendi negara hingga semakin melemah. Uni Soviet runtuh pada tahun 1412 H (1991 M) dan hanya berkuasa selama tujuh puluh sekian tahun. Negara-negara bagiannya pun terpecah dan memisahkan diri dari Rusia yang sebelumnya menyatukan negara-negara tersebut dengan kekuatan dan penjajahan.

Mengingat komunisme terbentuk bersama dengan negara Uni Soviet, secara alami komunisme pun turut runtuh seiring keruntuhan Uni Soviet. Paham ini runtuh dan hancur disebabkan oleh faktor-faktor kehancuran yang diusung dalam prinsip-prinsip komunisme yang dijadikan tumpuan itu sendiri, disamping berseberangan dengan fitrah Alloh,yang dengan fitrah itu manusia diciptakan. Meski beberapa negara masih menganut paham ini—seperti Korea Utara dan Cina—namun mereka lebih pragmatis dan tidak konsekuen dalam mempraktikkan komunisme yang asli.

Alhamdulillah, kalimat tauhid (La Ilaha illAlloh) kembali berkibar diseluruh penjuru negara-negara republik bekas Uni Soviet dan kaum muslimin mendapatkan kembali sebagian kebebasan mereka setelah runtuhnya komunisme terkutuk.

Pelajaran yang Bisa Dipetik

Demikianlah kesudahan orang-orang Rusia yang melampaui batas, congkak dan sombong dimuka bumi hingga berbuat kekufuran, pengingkaran, bangga dengan kekuatan, membunuh, dan merusak lebih dari yang pernah dilakukan oleh kaum ‘Ad dahulu. Partai komunis yang mengumumkan kekufurannya terhadap Alloh serta dengan tegas mengingkari keberadaan-Nya menegaskan hal itu. Mereka mewajibkan pemberlakuan keyakinan batil ini dengan kekerasan dan senjata dinegara-negara yang dijajah dan melakukan pembunuhan besar-besaran terhadap kaum muslimin yang jumlahnya mencapai20-50 juta jiwa.

Kaum muslimin dilarang shalat dimasjid kemudian masjid-masjid diubah menjadi kandang-kandang hewan, tempat-tempat minuman keras dan tempat-tempat pelacuran. Selanjutnya kaum komunis mengarah ke Al-Qur’an dan buku-buku islami. Kaum muslimin dilarang membaca Al-Qur’an dan mengajarkan agama Alloh yang benar. Mereka dilarang pergi haji ke Baitullah dan diharuskan memeluk paham komunis. Di manapun pemerintahan partai komunis berkuasa pasti melakukan pembantaian terhadap penduduknya hingga partai ini disebut sebagai partai merah (warna darah) berbendera merah.

Ketetapan Alloh menunda Uni Soviet dan tidak melalaikannya. Kemudian saat keruntuhannya tiba, Alloh SWT menyerahkan keruntuhannya oleh tangan-tangan kaum muslimin saat Uni Soviet menghadiahkan dirinya sendiri dengan menjajah negara Islam lain, Afganistan, untuk digabungkan dalam persatuan komunisnya dan mereka tidak tahu kehancurannya ada dinegara itu. Jihad dijalan Alloh pun berkobar, kaum muslimin berdatangan dari berbagai negara untuk memerangi musuh Alloh yang kafir dan membangkang.

Benturan antara keimanan dan kekufuran pun dimulai. Alloh SWT menghukum Uni Soviet dengan kekalahan dan keruntuhan ditangan hamba-hamba-Nya yang beriman dan berjihad. Mereka pun meninggalkan Afganistan dengan kekalahan dan mengira akan selamat setelah menarik diri dan berlindung diperbatasan yang mereka rampas dan caplok itu. Namun, jauh panggang dari api, siapa gerangan yang bisa melarikan diri dari azabAlloh? Alloh menghancurkan, mencabut akar-akarnya dan menghilangkan eksitensinya secara total dalam sehari semalam hingga seperti tidak pernah ada dan tidak ada negara yang bernama Uni Soviet.

Jika ada segolongan manusia bertindak melampaui batas, mengaku sebagai penguasa bumi, dan berkuasa atas urusan bumi, Allohpasti akan membinasakan, mengalahkannya dan mengembalikannya kepada wujud sebenarnya. Alloh berfirman:

Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zhalim yang telah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kamu yang lain (sebagai penggantinya).”  (Al-Anbiyâ’: 11).

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 90 Rubrik Harakah

Editor : Abu Khalid