Perang Suriah, Muhammadiyah Serukan Doakan Masyarakat di Suriah

Kapal perang Koalisi
Kapal perang Koalisi

(An-Najah.net) Jakarta- Derita umat islam dampak Perang Suriah tidak kunjung usai. Saat ini sedang terjadi pasukan koalisi menyerang suriah kembali. Sejak Sabtu dini hari, aliansi Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis melancarkan serangan udara ke Suriah. Gempuran dilakukan dengan dalih dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim Al Assad di Douma, Ghouta Timur, Suriah sepekan sebelumnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersuara terkait penggunaan senjata kimia di Suriah dan serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan sekutunya. Ketua PP Muhammadiyah Prof.Bahtiar Effendi menilai serangan udara oleh AS dan sekutunya justru akan memperburuk situasi Suriah.

Muhammadiyah melihat serangan tersebut bentuk pelanggaran dan bertentangan dengan hukum internasional. Bahtiar menegaskan bahwa atas alasan apapun serangan tersebut hanya akan memperburuk keadaan dan memperkeruh kekisruhan di Suriah.

“Semua pihak hendaknya bisa menahan diri agar situasi dapat lebih kondusif dan belajar dari sejarah dan tidak membuat sejarah baru yang lebih buruk dari apa yang telah terjadi pada masa lalu dan masa kini,” tegas Bahtiar dalam keterangan resminya pada Selasa (17/04/2-2018).

Sementara itu, Bahtiar juga mendorong agar transisi pemerintahan di Suriah segara berlangsung. Ia meminta agar transisi dapat berlangsung damai, sejahtera dan bermartabat dengan mediasi PBB.

“Suriah adalah salah satu negara yang menyimpan kekayaan peradaban umat manusia dan agama-agama besar dunia. Perdamaian di Suriah adalah sebuah keniscayaan untuk menyelamatkan peradaban dunia,” sambungnya.

Oleh sebab itu, Muhammadiyah mendesak pemerintah Indonesia agar turut terlibat dalam memprakarsai perdamaian di Suriah. Bahtiar juga mengajak rakyat Indonesia untuk memanjatkan keselamatan untuk masyarakat Suriah.

“Muhammadiyah mengajak kepada bangsa Indonesia, terutama umat Islam, untuk memanjatkan doa untuk keselamatan, perdamaian, dan berakhirnya tragedi kemanusiaan yang dialami bangsa dan negara Suriah,” tutupnya.

Reporter : Anwar

Sumber : Kiblat

Editor : Miqdad