Peringatan Keras, Bahaya Nifak dan Orang Munafik dalam Al-Quran!

Bahaya Nifak dan orang munafik dalam Al-Quran
Bahaya Nifak dan orang munafik dalam Al-Quran

An-Najah.net – Bahaya nifak dan sifat orang munafik yang tercantum dalam Al-Quran. Allah Ta’ala mengingatkan akan bahaya nifak dan sifat orang munafik begitu banyak dalam Al-Quran. Menerangkan tentang nifak dan orang munafik dalam tujuh belas surat madaniyah. Berjumlah kurang lebih tiga ratus empat puluh ayat, sehingga lbnu Qoyim berkata: “Hampir seluruh isi al-Quran berbicara tentang nifak dan orang munafik”. (Ibnu Qoyim, Madarijus Salikin, cet III, jilid 1, hal. 364)

Setidaknya ada beberapa peringatan Allah Ta’ala dalam Al Qur’an sebagai berikut:

Pertama, Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sifat orang munafik tidak sama dengan orang mukmin, sebagaimana firman-Nya, “Orang-orang munafik laki-Iaki dan perempuan-perempuan, sebagian dari sebagian yang Iain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggam tangannya. Mereka telah Iupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah: 67)

Baca juga: Zaman Ketika Amar Maruf Dan Nahi Munkar Ditinggalkan

lbnu katsir berkata, “Ayat di atas adalah pengingkaran Allah Ta’ala terhadap orang munafik yang menyelisihi sifat orang mukmin, di mana ciri orang mukmin selalu menyeru kepada perbuatan makruf dan mencegah dari perbuatan mungkar.

Sedangkan orang munafiq selalu menyuruh kepada hal yang mungkar dan mencegah dari perbuatan makruf. Mereka telah keluar dari jalan al-hak dan masuk ke dalam jalan yang sesat.” (Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’anuI Adzim, cet II, jilid 4, hal. 172)

Kedua, Firman Allah Ta’ala yang menjelaskan sebagian sifat munafik yaitu: “Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman mereka mengatakan: ‘Kami telah beriman’ Dan bila mereka kembali kepada syaitan. syaitan mereka, mereka mengatakan ‘Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”. (QS. AI-Baqoroh :14)

Baca juga: Fitnah Akhir Zaman, Merebaknya Kebohongan

Allah Ta’ala menjelaskan dalam ayat di atas, bahwa ketika orang munafik bertemu dengan orang mukmin, mereka mengatakan: “kami telah beriman”, mereka menampakkan keimanan serta perwalian kepada orang mukmin dalam rangka menutup-nutupi kebohongannya. Jika mereka bertemu dengan pemimpin dan pembesar munafik, mereka berkata, “Kami bersama dalam barisan kalian, kami bersama sahabat Muhammad hanya bersenda gurau.

Ketiga, Allah Ta’ala berfirman: “Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman dan kafir); tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir). Barang siapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya”. (QS. An-Nisa : 146)

Al-Hafidz lbnu Katsir berkata, “Orang munafik adalah orang yang bingung dalam keimanan dan kekufuran, mereka tidak bersama dalam barisan orang mukmin secara dhohir dan batin, serta tidak masuk dalam barisan orang kafir secara dhohir dan batin.

Namun secara dhohir mereka bersama orang mukmin dan batinnya bersama orang kafir, ada di antara mereka yang berada dalam keragu-raguan, terkadang condong kepada orang mukmin dan terkadang condong kepada orang kafir. (Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’anuI Adzim, cet II, jilid 2, hal. 437).

Keempat, Allah Ta’ala berfirman, “Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: ‘Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)’ Mereka berkata, ‘Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu’ Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan”. (QS. Ali Imron : 167).

Baca juga: Khutbah; Kesengsaraan Bagi Pendusta

Ibnu katsir berkata, “Ayat di atas menjelaskan bahwa terkadang seseorang berada dalam kekafiran dan terkadang dalam keadaan iman. (Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’anuI Adzim, cet II, jilid 2, hal. 160)

Demikian, sekilas peringatan Allah Ta’ala dalam Al-Quran mengenai bahaya nifak dan sifat orang munafik yang merebak luas di ere ini. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita dalam urusan din ini. Amin. Wallahu Ta’ala ‘Alam

Penulis             : Ibnu Jihad
Editor               : Ibnu Alatas