Pesawat Tempur ‘Israel’ Kembali Bombardir Gaza

Pesawat Tempur Israel, Ilustrasi
Pesawat Tempur Israel, Ilustrasi

Gaza, (An-Najah.net) – Pesawat-pesawat tempur ‘Israel’ melanjutkan kembali serangannya pada Rabu dini hari ke Jalur Gaza, meski gencatan senjata telah disetujui antara kedua belah pihak sejak Senin (25/3) malam.

Menurut sumber-sumber setempat, serangan udara menargetkan beberapa titik perlawanan di Gaza selatan pada dini hari. Tidak ada laporan mengenai korban akibat serangan tersebut.

Sejumlah rumah dan bangunan warga sipil di timur Rafah dilaporkan mengalami kerusakan setelah tiga rudal yang ditembakkan pesawat tempur ‘Israel’ menghancurkan sebuah titik perlawanan di daerah Ash-Shawka.

Kota Rafah di Gaza juga gelap gulita setelah jaringan listrik yang mengaliri daerah tersebut mengalami kerusakan akibat serangan udara.

Baca Juga : Nubuwat Kehancuran Negara Israel

Serangan udara ‘Israel’ juga menargetkan sejumlah daerah di Khan Younis, Gaza selatan, pada Selasa malam sehingga mendorong perlawanan Palestina merespons dengan tembakan roket. Wartawan PIC memberitakan bahwa pesawat tempur ‘Israel’ mengebom pelabuhan baru di sebelah barat Khan Younis. Ia juga menyatakan bahwa pesawat tempur ‘Israel’ melancarkan beberapa serangan udara ke titik-titik perlawanan di timur Khan Younis, khususnya di al-Yarmouk. Serangan itu menyebabkan kepanikan di kalangan warga sipil di Gaza.

500 Rumah Rusak

Sebanyak 500 rumah di Jalur Gaza rusak akibat serangan udara ‘Israel’ terbaru. Hal itu diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum Palestina Mufid al-Hassaina pada Selasa malam.

“Serangan udara ‘Israel’ baru-baru ini ke Jalur Gaza mengakibatkan 30 unit rumah hancur total dan 500 rumah rusak,” kata Al-Hassaina. Ia menambahkan bahwa kru teknis dan rancang bangun dari kementerian sudah mulai menaksir besar kecilnya kerusakan yang disebabkan oleh serangan penjajah Zionis, seraya menambahkan bahwa kementerian juga mulai menyingkirkan puing-puing dari jalan.

Baca Juga : Mempertegas Makna Ukhuwah Islamiyah

Hassaina menegaskan bahwa kementeriannya melakukan upaya koordinasi dengan organisasi dan pihak internasional untuk meringankan penderitaan warga dan menyelesaikan proyek rekonstruksi.(Anwar/Sahabatalaqsha/An-Najah)