Editorial : Phobia Islam Karena Isu ISIS

LOGO PENA
EDITORIAL

An-Najah.Net – Timbul pertanyaan besar ada apa isu ISIS ini menjadi head line di berbagai media mainstream, bahkan spanduk penolakan ISIS (Islamic State in Iraq and al-Syam) di pasang disebagian tempat, adakah skenario di balik itu semua?

Memperhatikan begitu dahsyat dan penting Isu tersebut, para ulama Indonesia hendak membahas persoalan isu bahaya ISIS ini di tingkat Asia, ternyata banyak Negara yang tidak paham dan menanggapi persoalan tersebut. Sehingga timbul pemikiran bahwa isu ISIS ada “permainan” untuk memecah belah ummat Islam di Indonesia.

Usaha memcah belah ummat ini, sangat kentara sejak proses pemilihan calon Presiden hingga terpilihnya Presiden Joko Widodo dan Yusuf Kalla. Dampak dari ini isu agama dijadikan komoditas pertarungan kampanye, bahkan sampai pada pertarungan dalam legislative.
Prilaku dari pemahaman sesat dimana mengharamkan yang halal dan mehalalkan yang haram sebagai ideologis yang megatas namakan bagian dari Islam. Dimana pemahaman tersebut jelas beda dengan ajaran Islam baik pada rukun Iman, rukun Islam dan rukun Ihsannya, yaitu pemahaman ideologi Syi’ah.

Kedudukan dan kekuasaan di pemerintahan sebagai ajang strategis “permainan” dalam kancah kehidupan bangsa Indonesia ini di manfaatkan pula oleh paham Syi’ah ini. Disamping permintaan dari Negara paman Syam, Amerika, yakni dengan “menggoreng” isu ISIS. Sehingga ummat Islam phobi dengan aktivitas keislamannya, karena ketakutan adanya tuduhan terlibat ISIS.

Biia kita lihat sejarah kemunculan ISIS itu sendiri sebenarnya kini sudah tidak berlaku laggi karena telah bubar melebur menjadi satu dalam IS (Islamic State). Awalnya, disaat Suraiah berkecamuk perang antara Syia’ah dan Ahlussunnah wal Jamaah ini, ada dukunngan gerakan aktivis warga Irak. Dari perjalanan jihad tersebut timbul gerakan Islamic state in Iraq demikian juga timbul warga Syiria. Keduanya bergabung dengan nama Ad-Daulah al-Islamiyah fi al-Iraq wa asy-Syam atau sering disebut dengan ISIS. Yang pada akhhinya di Bulan Ramadhan 1435 di lebur menjadi satu dengan sebutan menjadi “Ad-Daulah Al-Islamiyah” (Islamic State).

Menuurt informasi Syekh Al Jindan bahwa dari Laporan Resmi Pertahanan Amerika kepada Obama secara futurology pada tahun 2025 akan lahir Khilafah Al Islamiyah. Secara terpisah diungkapkan pula dari laporan resmi Wakil Pertahanan Rusia bahwa nantinya pada tahun 2020 akan lahir peradaban baru dari arah timur Lautan china hingga barat Samodra Asia. Peradaban baru tersebut tidak lain adalah Khilafah Al Islamiyah.

Negara Adi daya Amerika ini merasa takut akan berdirinya Khhilafah Al-Islamiyah ini maka di buatlah makar untuk meredam gerakan-gerakan aktivis Islam. Indonesia sebagai Negara yang pendudukanya mayoritas agama Islam ini sebagai sasaran empuk. Karena Indonesia sangat tergantung dengan Amerika, berkenaan dengan keberlangsungan kestabilan ekomoni Indonesia dengan kucuran pinjaman yang digelontorkan.

Terjadilah kesepakatan-kesepatan yang harus dipenuhi, sehingga scenario tuduhan Terorisme, Radikalisme dan penebar kebencian serta gambaran buruk tanpa memandang secara adil tentang ISIS sebagai sarana momok yang menjadikan ummat Islam Phobia dengan gerakan aktivitas Islamnya.
Sebagai ummat Islam, apakah akan berhenti dan tidur tanpa ada usaha kontra makar phobia tersebut? Naudzu billahi mindzalika.

Marilah sadar dan paham wahai ummat akan “permainan” yang di ciptakan piihak asing untuk menciptakan perpecahan ummat dan phobia terhadap aktivitas Islam. Apa yang menjadi bentuk usaha tersebut? Hanya ada satu jalan yaitu Jihad fie Sabilillah.

Jangan diartikan jalan Jihad Fie Sabiillah itu jalan pembrontakan atau revolusi atau apalah terhadap pemerintah. Namun, jihad fie sabillillah itu merupakan bentuk amal ibadah secara ihlas kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Awal kali amal ibadah jihad fie sabilillah itu dengan harta, karena banyaka ayat yang menyeru untuk jihad fie sabilillah ini dengan harta. Seruan untuk jihad fie sabilillah dang jiwa itu ada satu ayat di surat At-Taubah : 111. Jihadnya jasad adalah peperangan sedang jihnya harta sebagai ruhnya Jihad.

Wallahu’alam bi showab.